Daerah

SMKN 1 Magelang : Persiapan Asesmen Nasional ANBK 2021

MAGELANG - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Magelang terus mematangkan persiapan untuk pelaksanaan kebijakan atau program Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dengan mengikuti simulasi dan gladi ANBK. Simulasi ANBK digelar di sekolah dengan menggunakan mode daring (online).

ANBK membutuhkan sarana teknologi digital dan internet yang memadai agar kegiatan berjalan dengan lancar. Namun pada beberapa sekolah yang berada di daerah dengan akses internetnya lemah, diberikan fasilitas semi-online. SMK Negeri 1 Kota Magelang pada pelaksanaannya, menggunakan moda daring, sehingga diharuskan menyediakan fasilitas internet yang memadai.

Pelaksanaan ANBK ini diagendakan serentak di seluruh Indonesia, khusus untuk SMK/MAK, Paket C dan sekolah sederajat pada September 2021. Oleh karena itu, diadakan simulasi dan gladi sebelum pelaksanaan ANBK. Selain itu, ANBK baru pertama kali dilakukan dan dalam kondisi pandemi, sehingga komunikasi dan sosialisasi kurang optimal.

"Karena anak-anak ini baru pertama kali mengikuti ANBK, perlu dikenalkan berbagai cara menggunakan aplikasi asesmen tersebut. Kemudian tipe-tipe soal juga harus dikenalkan supaya nanti ketika hari H asesmen, mereka tidak gugup atau kebingungan," kata Helen Framasta, proktor ANBK di SMK Negeri 1 Kota Magelang.

Asesmen Nasional merupakan pengganti Ujian Nasional (UN) sebagai program penilaian terhadap mutu setiap sekolah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.

Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama. Yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Instrumen utama asesmen ini yaitu AKM meliputi soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks (memilih lebih dari satu jawaban benar), menjodohkan pertanyaan dengan jawaban, isian singkat, dan uraian. Murid kelas XI dan X akan mengerjakan 36 soal.

Baca Juga :  Untidar Luluskan 478 Wisudawan, Berikut Tiga Pesan Penting Rektor

Metode penilaiannya menggunakan Computerized MultiStage Adaptive Testing (MSAT). AKM dilaksanakan secara adaptif, sehingga setiap murid akan menempuh soal yang sesuai dengan kemampuan murid itu sendiri. Tidak ada perbedaan soal Asesmen Nasional pada peminatan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama.

Instrumen kedua asesmen ini yaitu Survei Karakter adalah instrumen Asesmen Nasional yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Survei Karakter Asesmen Nasional bertujuan untuk memprediksi tindakan dan kinerja murid di berbagai konteks yang relevan.

Instrumen ketiga asesmen ini yaitu Survei Lingkungan Belajar adalah instrumen Asesmen Nasional yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan. Survei Lingkungan Belajar menggali informasi mengenai kualitas proses pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Asesmen Nasional ini bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan. Yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid.

Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Pelaksanaan simulasi ini diatur oleh masing-masing sekolah, dapat ikut gelombang 1 atau 2. Hanya saja karena kondisi masih pandemi, simulasi ANBK tidak melibatkan siswa SMK Negeri 1 Magelang mengingat masih adanya PPKM Level 4.

Selain memberikan kesiapan ke siswa, simulasi juga mengetes alatnya cukup kompatibel tidak untuk mengadakan ANBK seperti kapasitas internet, sumber daya listrik, termasuk sumber daya manusia yang mendampingi yaitu proktor.

Pelaksanaannya ANBK diikuti oleh siswa sampling secara otomatis berdasarkan dari data dapodik sekolah masing-masing. Khusus untuk SMK yang terpilih menjadi SMK PK, maka siswa yang mengikuti asesmen ada 90 siswa dan dengan 10 siswa cadangan. Siswa tersebut terbagi 50 siswa kelas XI dan 50 siswa kelas X.

Baca Juga :  Pertama Kali, Sekolah Cikal Setu Gelar Pameran Online

Setelah pelaksanaan simuasi ANBK, lalu dilanjutkan kegiatan gladi bersih selama 2 hari yaitu pada hari Senin-Selasa, 6-7 September 2021 (gelombang 1) dengan melibatkan semua siswa yang terpilih. Mengingat masih pandemi dan PPKM, maka pelaksanaannya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut salah satu siswa yang mengikuti ANBK Adam Auliyansah, pelaksanaan gladi bersih sangat membantu dalam persiapan ANBK yang akan dilaksanakan tanggal 20-23 September 2021.

“Saat sesi pertama jaringan lancar dan soal dapat selesai dikerjakan,” kata siswa jurusan Elektronika Industri ini.

Ia berharap, pelaksanaan ANBK nantinya dapat berjalan dengan lancar dan tanpa ada kendala untuk semua sekolah yang memilih mode online dan mode semi online. Walaupun masih dalam kondisi pandemi covid-19, perbaikan pendidikan di Indonesia khususnya di SMK Negeri 1 Kota Magelang harus dilaksanakan sebaik mungkin. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?