Opini

Pembelajaran 2in1, Sekolah Sambil Bekerja

Siedoo, Sekolah merupakan hal yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Tidak adanya sekolah mengakibatkan kualitas pendidikan masyarakat menjadi terganggu, kehidupan yang dijalani masyarakat pun menjadi tidak terjamin.

Serta banyak pengangguran dimana-mana disebabkan ilmu yang dimiliki masyarakat tidak mampu memenuhi standar yang diinginkan. Untuk itu pendidikan sangat penting, terutama bagi generasi penerus bangsa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyatakan bahwa definisi dari sekolah merupakan suatu lembaga atau bangunan yang dipakai untuk aktivitas atau kegiatan belajar serta mengajar sesuai dengan jenjang pendidikannya (SD, SLTP, SLTA).

Secara umum, sekolah merupakan lembaga pendidikan yang bersifat formal, nonformal maupun informal yang didirikan oleh negara maupun swasta. Sekolah menjadi salah satu tempat untuk mendidik siswa/peserta didik agar memperoleh ilmu yang bermanfaat.

Sehingga, menjadikan manusia yang berguna bagi keluarga, bangsa dan negara. Fungsi sekolah antara lain ; mempersiapkan peserta didik memiliki suatu pekerjaan, memberikan keterampilan dasar, dan memberikan pengetahuan umum.

Untuk pendidikan jenjang SLTA, kondisi yang bisa dimanfaatkan untuk memotivasi peserta didik/siswa agar memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan dasar tertentu. Serta bisa memanfaatkannya dalam kehidupan yang nyata dengan cara mereka memperoleh pekerjaan atau bekerja sambil sekolah.

Kegiatan di sekolah merupakan kegiatan utama/pokok, sedangkan bekerja merupakan kegiatan sampingan yang bisa dilakukan peserta didik tanpa mengganggu kegiatan utama belajarnya.

Menurut istilah ekonomi, bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus-menerus dalam seminggu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi).

Berdasarkan informasi dari Biro Pusat Statistik (BPS) bahwa usia produktif adalah orang yang bisa menghidupi kebutuhan hidupnya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Yaitu usia antara 15 sampai dengan 64 tahun.

Baca Juga :  PPDB Tahun 2020, SMK Negeri 1 Magelang Siap Tampung 640 Siswa Baru

Data dari BPS 2018, untuk tahun 2021 proyeksi data penduduk usia 0-14 tahun (usia belum produktif) adalah 66.000.000 jiwa (24,24%), usia 15 – 64 tahun (usia produktif) adalah 187.200.000 jiwa (68,75%) dan >64 tahun (sudah tidak produktif) adalah 19.100.000 jiwa (7,01%). Data tersebut menunjukkan, bahwa usia produktif bisa diberdayakan lebih awal, yaitu sejak usia anak 15 tahun.

Untuk itu, pendidikan SLTA yang siswa/peserta didiknya antar usia 15 – 18 tahun adalah saat awal yang bisa digunakan orang tua atau para pendidik untuk melatih siswa betul-betul siap memasuki usia produktif. Minimal bisa mulai memenuhi kebutuhan pribadinya.

Pada awalnya para siswa/peserta didik dilatih untuk bisa memenuhi kebutuhan minimal saat-saat sekolah. Misalnya dengan menabung sebagian uang saku untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Syukur, apabila siswa SLTA bisa menerapkan konsep sekolah sambil kerja.

Hal tersebut akan lebih menjanjikan untuk bisa menghidupi/memenuhi kebutuhan dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya.

Pekerjaan yang dapat dilakukan oleh siswa/peserta didik untuk bisa menerapkan konsep “Sekolah sambil bekerja” antara lain ; penulis, desainer web, pengelola toko online, guru les/privat, karyawan toko, berjualan pulsa/kuota internet, dan lain-lain.

Dengan mempraktekkan konsep “sekolah sambil bekerja”, mungkin belum bisa menghasilkan bayaran/income sebesar pegawai profesional. Tetapi dengan penerapan konsep tersebut siswa bisa banyak belajar. Sehingga memperoleh pengalaman yang berharga tentang bagaimana melayani pelanggan yang baik dengan pelayanan prima.

Bagaimana menghargai setiap rupiah yang diperoleh dari jerih payah yang dilakukan. Bagaimana mengetahui kepuasan konsumen atas produk atau jasa yang diberikan dan masih banyak hal yang lain.

Konsep “sekolah sambil bekerja” juga sangat tepat dipraktekkan pada saat kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Penerapan konsep tersebut dengan cara siswa tetap aktif mengikuti kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan komunikasi melalui jaringan internet secara baik. Selanjutnya diluar jam pembelajaran siang sampai malam bisa digunakan untuk menekuni pekerjaaan yang dipilih atau ditekuninya.

Baca Juga :  Dasar Ideologi Pendidikan Politik di Indonesia adalah Pancasila

Dengan kegiatan sambil bekerja seperti itu, bisa digunakan untuk mengurangi kebosanan atas waktu luang karena tidak bersekolah penuh, seperti kondisi sebelum covid-19. Bisa membantu orang tua memperoleh penghasilan tambahan atau minimal untuk membeli kuota internet yang digunakan untuk PJJ lebih besar.

Pada akhirnya, semoga konsep “sekolah sambil bekerja” bermanfaat untuk hidup ke depan yang lebih baik bagi siswa/peserta didik. Terutama saat harus terjun langsung sebagai sumber daya professional yang harus mengisi setiap kesempatan/peluang yang ada dalam kehidupan masyarakat. (*)

 

 

*Rondiyah, S.Pd.
Guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan
SMK Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?