Advertorial Kegiatan

SMK Negeri 1 Kota Magelang Siap untuk Pembelajaran Tatap Muka Bertahap

KOTA MAGELANG – Apabila telah diperbolehkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, SMK Negeri 1 Kota Magelang telah siap. Persiapan ini telah selesai dilakukan oleh pihak sekolah beberapa minggu terakhir. Segala sesuatu yang diperlukan telah lengkap tinggal menunggu izin dari pemerintah daerah dan dinas terkait.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 SMK Negeri 1 Kota Magelang, Drs. Adung Nakanta menjelaskan pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana. Mulai dari gerbang masuk sekolah yaitu pos Satpam hingga ke dalam kelas.

“Yaitu kesiapan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu dengan petugasnya, jalur masuk siswa menuju kelas dan jalur keluar siswa keluarnya sudah kami persiapkan,” jelasnya, Kamis (17/9/2020).

Adung menambahkan, untuk waktu antara siswa yang masuk dan keluar tidak bertemu atau berpapasan. Selain itu penerapan protokol kesehatan tetap disiplin dilakukan.

“Seperti wajib memakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan menghindari terjadinya kerumunan,” tambah Adung.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 SMK Negeri 1 Kota Magelang, Drs. Adung Nakanta menunjukkan jalur jalan kaki siswa searah agar tak berpapasan. (foto: Narwan Siedoo)

Perlu diketahui, untuk bidang kurikulum juga sudah menyiapkan pembelajaran yang disesuaikan dengan masa pandemi Covid-19 ini.

“Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum telah menyiapkan semuanya. Sehingga kami bersinergi serta siap melaksanakan pembelajaran tatap muka secara bertahap,” terang Adung.

Guru bidang studi Konstruksi Bangunan itu juga mengungkapkan bahwa pengajuan izin terkait pembelajaran tatap muka telah diajukan. Pihaknya berharap secepatnya diverifikasi dan diizinkan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Atas keluhan dari orangtua dan siswa mengingat SMK Negeri 1 Kota Magelang merupakan sekolah vokasi, maka tetap siap melayani konsultasi terkait pembelajaran. Kesiapan meliputi guru dan kesehatannya, serta sarana dan prasarana protokol kesehatan.

“Jadi siswa datang ke sekolah untuk konsultasi pun harus atas izin orang tua masing-masing,” ujar Adung.

Konsultasi terkait pembelajaran yang dikonsultasikan tidak hanya materi yang belum jelas. Namun juga dari para siswa yang terkendala ketika melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Bisa jadi karena buruknya sinyal internet atau keterbatasan kuota internet. Sehingga kami siap untuk melayani mereka. Dengan catatan tetap disiplin protokol kesehatan dan mendapat izin orang tua,” terangnya.

Di akhir penjelasan, Adung menguraikan pihaknya melaksanakan assessment terhadap siswa yang datang konsultasi. Siswa harus melalui protokol kesehatan, kemudian mengisi formulir guna memantau siswa.

“Sehingga guru mengetahui riwayat siswa selama pandemi. Misalnya pernah pergi ke mana, mungkin dari suatu tempat yang termasuk zona merah. Ini demi kesehatan dan keselamatan bersama,” pungkas Drs. Adung Nakanta. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?