Nasional

Rekrut 212 CPNS Tenaga Pendidik, Kemenperin Mensyaratkan Hal Khusus

JAKARTA – Tenaga pendidik dalam perekrutan CPNS tahun 2018 rupanya tidak hanya dibutuhkan oleh tiga kementerian saja, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag) maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenristekdikti). Tetapi juga dibutuhkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Jumlah yang dibutuhkan mencapai 212 formasi. Jumlah tersebut mendominasi dibanding formasi lainnya.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar mengatakan, kebutuhan tenaga pengajar atau tenaga pendidik tersebut untuk sejumlah unit pendidikan yang dimiliki Kemenperin, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Politeknik.

“Akan ditempatkan sebagai dosen, guru, instruktur dan pranatalaboratorium pendidikan bagi SMK dan Politeknik di lingkungan Kemenperin,” ungkapnya dalam siaran persnya.

Ditandaskan, upaya tersebut sejalan dengan fokus pemerintah saat ini dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Terutama, yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Apalagi, Kemenperin menjadi leading sector untuk pelaksanaan program pendidikan vokasi.

“Sejak tahun lalu, kami telah meluncurkan pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri,” jelasnya.

Pelaksanaan program tersebut sudah menjangkau Pulau Jawa sampai Sumatera, dan akan dilanjutkan ke wilayah lainnya di seluruh Indonesia.

Dari program ini, Kemenperin mampu melibatkan sebanyak 618 perusahaan dengan menggandeng hingga 1.735 SMK.

Disamping tenaga pendidik, kementerian tersebut juga membutuhkan 188 formasi lainnya. Totalnya 400 formasi dari Lulusan Diploma III (D-III), D-IV, Strata 1 (S-1), dan S-2.

Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2018 Tanggal 29 Agustus 2018 Tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Perindustrian Tahun Anggaran 2018.

“Total 400 formasi tersebut, terdiri dari 352 formasi umum, 40 formasi khusus putra dan putri lulusan terbaik berpredikat dengan pujian (cumlaude) dan 8 formasi khusus penyandang disabilitas,” tambahnya.

Haris menambahkan, 188 sisa formasi lainnya adalah untuk mengisi jabatan pelaksana maupun jabatan fungsional sebagai penunjang utama tugas pokok Kemenperin.

“Dalam upaya mendorong peningkatan kinerja industri nasional agar semakin berdaya saing global, dibutuhkan tenaga aparatur yang kompeten. Terutama dalam kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0,” tuturnya.

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, salah satu program prioritasnya, yakni peningkatan kualitas SDM.

“Sebab, SDM terampil menjadi kunci penting untuk kesuksesan dari implementasi industri 4.0,” imbuhnya.

Kemenperin Mensyaratkan Nilai TOEFL

Mengenai persyaratan untuk pelamar CPNS, usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun. Selain itu, syarat lainnya pelamar harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik dengan nilai TOEFL sekurang-kurangnya 475 untuk formasi guru dan dosen.

“Sedangkan, nilai TOEFL sekurang-kurangnya 500 untuk formasi di unit Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional. Nilai TOEFL berlaku sampai dengan 31 Desember 2018,” papar Haris.

Tata cara pendaftarannya, pelamar harus membuat akun sistem seleksi CPNS (SSCN) 2018 melalui portal nasional sscn.bkn.go.id mulai Rabu, 26 September 2018 dan ditutup pada hari Jumat, 5 Oktober 2018 pukul 23.59 WIB.

Yang perlu disiapkan, diantaranya pas foto (berlatar belakang merah min 120 kb dan max 200 kb dengan format JPG, JPEG), KTP, ijazah, dan transkip nilai untuk diunggah di portal tersebut.

Rencananya, pengumuman hasil validasi dokumen administrasi pada 14 Oktober 2018.

“Apabila terjadi perubahan jadwal, akan diinformasikan lebih lanjut melalui laman khusus penerimaan CPNS,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?