Nasional

Seleksi CPNS, Kepala BKN : Kecerdasan Saja Tidak Cukup

JAKARTA - Hasil dari seleksi CPNS, kecerdasan saja tidak cukup. Seleksi tersebut diharap dapat menghasilkan CPNS yang cocok, memiliki karakter sebagai pelayan masyarakat. Hal itu dites melalui Tes Karakteristik Pribadi. Demikian ditandaskan Kepala BKN, Bima Haria Wibisana.

“Nanti tetap harus ada diklat-diklat yang menunjang pembentukan karakter di kemudian hari. Tapi dari sisi awal saja kita bisa mengetahui karakternya pas tidak jadi PNS? Pas tidak melayani? Cukup sabar tidak dalam mendengar keluhan masyarakat? Ketahanan mentalnya bagaimana?” ujarnya dalam rilisnya.

Kemudian melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), peserta seleksi CPNS diuji karakternya dalam memahami keberagaman Indonesia. Menurut Bima, seorang ASN harus mampu melayani masyarakat dengan keberagaman yang tinggi. Itulah yang menjadi dasar mengapa TWK penting untuk dilaksanakan.

“Kita bukan negara yang seragam, dan melayani keberagaman itu tidak mudah. Melayani orang Papua akan berbeda dengan melayani orang Aceh. Jadi pemahaman mereka akan keberagaman itu penting. Ternyata banyak yang gagal dari situ (TWK). Mereka pandai, cum laude, tapi wawasan kebangsaannya terbatas,” katanya.

Karena itu Bima menekankan, dalam SKD, tiga jenis tes tersebut sangat penting untuk menjadi penilaian dasar dalam mencari CPNS yang cerdas berkarakter.

Dinyatakan, SKD merupakan tes dasar yang dilakukan untuk melihat kemampuan dasar peserta seleksi CPNS. Diharapkan, dari SKD ini dapat disaring calon ASN yang cerdas.

“Karena situasi globalnya sekarang sudah kompleks. Mereka harus hidup mengatasi masalah-masalah Indonesia di masa depan. Jadi kalau tidak cerdas akan sulit mereka melakukan pekerjaannya dan membantu negara ini jadi lebih makmur dan sejahtera. Kecerdasan itu kita lihat dari Tes Intelegensia Umum,” tuturnya.

SKD merupakan ujian tahap pertama yang harus dilalui oleh peserta seleksi CPNS, termasuk CPNS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

SKD terdiri dari 100 soal yang terdiri dari tiga jenis tes, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (30 soal), Tes Intelegensia Umum (35 soal), dan Tes Karakteristik Pribadi (35 soal). Ketiga jenis tes tersebut bertujuan untuk menghasilkan aparatur negara yang cerdas dan berkarakter Pancasila.

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) meliputi penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan bahasa Indonesia.

Lalu, Tes Intelegensia Umum (TIU) meliputi penilaian kemampuan verbal atau menyampaikan informasi lisan dan tulisan, kemampuan numerik, dan kemampuan figural.

Sedangkan, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) meliputi penilaian tentang pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, dan profesionalisme.

“Kalau dilihat dari tren nilai yang sudah ikut SKD. Rata-rata nilainya cukup bagus dibanding dengan tahun sebelumnya. Jadi mungkin pesannya supaya tetap senang, semangat, dan jangan lupa belajar terus,” ujar Panitia Pelaksana SKD Kemendikbud, Hanjar Basuki

Salah satu peserta seleksi CPNS Kemendikbud, Nurul Amalia Putri mengatakan, kesulitan atau kemudahan dalam mengerjakan soal SKD tergantung pada diri masing-masing.

Alhamdulillah tadi dilancarkan,” ujar Nurul yang sudah dua kali mengikuti seleksi CPNS itu.

Ia berhasil mendapatkan nilai SKD lebih dari 300, melebihi nilai ambang batas. Nilai tersebut langsung bisa dilihatnya usai mengerjakan soal-soal SKD yang menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test). Tujuannya mengikuti seleksi CPNS adalah agar bisa berkontribusi untuk negara.

“ASN bisa jadi contoh untuk generasi muda Indonesia agar ikut aktif dalam kegiatan pemerintah,” tutur gadis berjilbab yang mendaftar untuk formasi Analis Kepegawaian itu. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?