Daerah

Berikut Tantangan bagi Guru dan Cara Menghadapinya

SEMARANG - Diera saat ini, tantangan para guru tetap saja masih ada. Tantangan-tantangan guru di masa depan, diantaranya adalah global compativeness (kompetisi global), economic growth of nation (pertumbuhan ekonomi nasional), milenial (era milenial), industrial revolution (revolusi industri), dan globalization (globalisasi).

Untuk menjawab tantangan di masa depan tersebut, guru dimasa mendatang harus dapat melakukan literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia dalam segala aspek kehidupannya. Terutama dalam proses mendidik siswanya.

“Dengan berbagai tantangan guru di masa mendatang, saya berharap kalian sebagai calon pendidik harus banyak berlatih untuk melakukan literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia," kata Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jawa Tengah Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum.

Dengan berlatih melakukan literasi itu, maka saat terjun sebagai guru yang sebenarnya dimasa mendatang, telah benar-benar siap untuk mencetak generasi emas Indonesia yang berkualitas.

Ia menyampaikan itu saat seminar yang bertajuk “One Day Training, Kepemimpinan Bertumbuh” khusus untuk mahasiswa PPG Unnes. Seminar ini melibatkan sekitar 300 mahasiswa PPG dan beberapa narasumber, salah satunya Rektor Unnes, Prof. Dr. Fatkhurrahman, M.Pd.

Prof Fathur menyampaian bahwa, kepemimpinan bertumbuh dapat diibaratkan sebagai pohon. Menurutnya, karakter yang baik itu seperti pohon yang tumbuh menjulang tinggi. Pada setiap bagiannya dapat memberi manfaat dan pohon akan terus mengalami pertumbuhan.

"Sehingga, semakin lama suatu kepemimpinan bertumbuh, maka akan semakin banyak pula manfaat yang dapat diberikan oleh kepemimpinan tersebut," jelasnya.

Pada akhir penyampaiannya, Rektor Unnes ini menekankan bahwa strategi kepemimpinan bertumbuh diantaranya menumbuhkan bibit kepemimpinan, memperkuat pohon kepemimpinan, merangkai jejaring pohon kepemimpinan. Selain itu juga memperkokoh pohon kepemimpinan agar kuat menghadapi badai dan menyemai tunas kepemimpinan baru.

Seminar yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini diawali dengan sambutan Ketua Panitia Drs. Agus Yuwono, M.Si,. Selanjutnya acara dibuka langsung Ketua LP3 Unnes Dr. Abdurrahman M.Pd sebagai penanggungjawab seminar “One Day Training, Kepemimpinan Bertumbuh” ini.

Adapun pemateri pertama pada seminar ini adalah salah satu pakar pragmatik dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes Prof. Dr. Rustono, M.Hum. Menurut dia, dengan seminar tentang kepemimpinan bertumbuh ini, mahasiswa PPG yang merupakan calon pendidik dimasa mendatang dapat memahami tahapan kepemimpinan yang baik seperti apa. Karena kelak sebagai pendidik yang professional, pendidik harus memiliki karakter kepemimpinan bertumbuh untuk kemudian dapat ditularkan ke seluruh peserta didiknya.

“Pemimpin itu tidak dilahirkan melainkan dipelajari. Jadi melalui seminar ini kalian calon pendidik harus dapat mempelajari apa itu kepemimpinan yang baik,” jelasnya.

Setelah istirahat selama satu jam, pada pukul 13.00 WIB seminar dilanjutkan dengan pemateri selanjutnya yang merupakan Kepala Humas Unnes Hendi Pratama, M.Pd, MA. Pada pemaparannya, Hendi Pratama, M.Pd, MA lebih menekankan pada pentingnya “self branding” bagi seorang guru. Self branding ini sebagai salah satu latihan bagi para calon pendidik untuk memiliki karakter kepemimpinan bertumbuh.

Apa Tanggapan Anda ?