Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) UM Magelang Dr Suliswiyadi.

Daerah

Giatkan Dosen untuk Penelitian Klaster Utama


MAGELANG – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi  (Kemenristek Dikti) melalui Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi menetapkan penelitian dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang ke dalam klaster utama.  Dengan demikian, seluruh dosen UM Magelang harus bersiap untuk  menghadapi tuntutan ekstra dari waktu sebelumnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) UM Magelang Dr Suliswiyadi optimis, para dosen mampu meningkatkan kualitas penelitian dan aktif melakukan kajian ilmiah. Sehingga, dapat mendukung penilaian kinerja penelitian tersebut. Dari 265 perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah, UM Magelang merupakan salah datu dari enam PTS yang berhasil masuk kategori penelitian klaster utama berdasarkan penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi.

“Selain itu,  dari puluhan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Jawa Tengah, hanya ada dua PTM yang berhasil masuk dalam penelitian klaster utama.  Salah satunya adalah UM Magelang,” katanya.

Merujuk ke kondisi itu, LP3M UM Magelang mengadakan kegiatan “Sosialisasi Penelitian, Pengabdian, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Menghadapi Klaster Utama”. Sosialisasi ini untuk 92 dosen di lingkungan UM Magelang. Kegiatan diikuti dosen yang memiliki pangkat asisten ahli, lektor, serta lektor kepala.

Pada sosialisasi itu,  para dosen  mendapatkan materi dari tiga narasumber. Yakni Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo MT yang menyampaikan materi tentang Peneguhan Komitmen Institusi, Ketua LP3M menyampaikan Sosialisasi Klaster Utama, serta Ketua HKI UM Magelang Ir Moehamad Aman MT menyampaikan materi tentang Sosialisasi  HKI.

“Sosialisasi ini penting agar dapat mendorong mereka menyiapkan diri dan terlibat dalam penelitian klaster utama. Caranya melalui skim yang telah ditentukan,” jelas Sulis.

Ia menyampaikan, sosialisasi tersebut bertujuan agar para dosen bersiap diri menghadapi tuntutan kualitas penelitian dalam skim klaster utama. Disamping itu juga agar dosen bersiap mendapatkan hibah penelitian dari Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat (DRPM) Dikti tahun 2017.

“Itu untuk pendanaan tahun 2018 senilai Rp 6 hingga 10 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo MT mengatakan, kampus berkomitmen mendorong laju penelitian yang lebih berbobot. Skim dosen pemula yang tidak masuk dalam penelitian klaster utama akan didanai UM Magelang.

“Sehingga semuanya akan mendapatkan porsi yang seimbang,” katanya.

Apa Tanggapan Anda ?