Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema "Santri Bershalawat Bersama Kak Bimo". Dengan cara mendongeng, bertujuan agar pesan maulid lebih mengena dan diingat oleh anak-anak.

Daerah

Optimalkan TPQ saat Maulid Nabi


MAGELANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan di pelosok-pelosok desa di berbagai daerah. Anak-anak dan pendidik Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di 21 Desa seluruh Kecamatan Tegalrjo berkumpul dan bershalawat bersama di Lapangan Tegalrejo. Peringatan Maulid dengan tema “Santri Bershalawat Bersama Kak Bimo” ini diisi dengan berbagai kegiatan.

Diantaranya seperti acara pawai santri, shalawat bersama dan ditutup dengan mendengarkan dongeng dari Kak Bimo, pendongeng dari Yogyakarta. Melalui acara ini, panitia ingin mengingatkan kembali bahwa umat Islam memiliki Nabi Muhammad SAW. Nabi yang menjadi suri tauladan bagi anak-anak. Dengan cara mendongeng, bertujuan agar pesan itu lebih mengena dan diingat oleh anak-anak.

Pengurus TPQ Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo Zakiyudin mengatakan, TPQ menjadi salah satu media yang bisa mengalihkan anak-anak dari pengaruh negatif perkembangan teknologi. Setiap sore atau malam, anak-anak berkumpul di masjid atau mushala terdekat untuk belajar agama Islam.

“TPQ bisa memperkuat keimanan anak-anak. Mereka diajarkan tentang Al-Quran sebagai pedoman hidup mereka dimasa mendatang,” katanya.

Perkembangan teknologi saat ini, dinilai tidak hanya memberi manfaat. Namun juga muncul dampak negatif bagi masyarakat, terutama untuk anak-anak. Taman Pendidikan Al-Qur’an menjadi salah satu wadah yang dapat membentengi anak-anak dari pengaruh buruk tersebut.

“Sehingga, perbuatan-perbuatan yang negatif bisa dicegah melalui TPQ,” jelas Zakiyudin.

Ketua Badan Koordinasi TPQ Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang Priyanto menjelaskan, fenomena saat ini anak-anak semakin bergantung dengan televisi maupun perkembangan teknologi lainnya. Hal ini berakibat, anak-anak justru menyukai hal-hal yang sebetulnya bukan untuk konsumsi usia mereka.

Menurut dia, perlu adanya wadah seperti TPQ yang digerakkan di setiap dusun dan desa. Upaya ini untuk membangun karakter anak-anak.

“Di TPQ, anak-anak tidak hanya diajarkan membaca Al-Quran. Namun, juga dididik berakhlaqul karimah,” jelasnya.

Apa Tanggapan Anda ?