Pelajar dan masyarakat mendatangi masjid Agung Baitul Makmur Curup Rejang Lebong. Bupati menaruh harapan besar kepada para pelajar di moment Maulid.

Daerah

Maulid dan Harapan Besar kepada Pelajar

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

BENGKULU – Pelajar dan masyarakat serta segenap unsur pemerintahan memadati masjid Agung Baitul Makmur Curup Rejang Lebong, Bengkulu. Mereka mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H/2017 M yang menghadirkan da’i asal Kabupaten Kepahiang. Acara itu dibuka langsung oleh Bupati Rejang Lebong.

Dalam sambutannya, Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi menyampaikan bahwa acara maulid nabi bukan hanya acara seremonial semata. Yang paling penting menurutnya, meneladani sifat Nabi.

“Kita harus mengambil inti sari dari maulid nabi,” kata bupati.

Bupati sangat mengapresiasi para pelajar yang berkenan hadir. Bahkan Ia menaruh harapan besar kepada pelajar.

“Sungguh membanggakan bagi saya bisa melihat adik-adik ikut meramaikan acara ini. Semoga adik-adik selalu diberikan hidayah sehingga dalam menuntut ilmu dipermudah,” ungkap bupati.

Ia kembali menghimbau kepada para pelajar untuk berimbang dalam menuntut ilmu. Bukan hanya dititik beratkan pada materi umum semata.

“Materi umum itu penting, namun yang tak kalah pentingnya adalah bekal keilmuan agama. Agar keimanan dan ketakwaan semakin kuat,” jelasnya.

Iman takwa adalah hal inti, sembari mengukir prestasi. Jangan sampai pelajar gampang terhasut mengarah kepada penyimpangan.

“Sudah terlalu banyak pelajar yang terpengaruh oleh narkoba dan juga miras. Hal itu tidak mungkin terjadi bila memiliki iman takwa yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu kepada orang tua, bupati meminta agar semakin tegas dan teliti dalam mengasuh. Karena menurutnya jaman yang dihadapi sudah sangat berbeda.

“Jangan sampai sebagai orang tua kalah pintar dari anak, kita harus teliti dalam mengarahkan anak. Jaman sudah berubah, maka pola asuh orang tua pun harus disesuaikan,” harapnya.

Tak lupa bupati mengajak kepada para jamaah untuk turut serta mendoakan saudara-saudara seiman di Palestina. Sebab menurutnya, derita Palestina adalah derita sesama juga.

“Mari kita sempatkan untuk mendoakan saudara kita yang ada di Palestina, semoga diberi kesabaran dan kekuatan. Sehingga dapat terbebas dari penjajahan. Bagaimanapun mereka adalah saudara kita,” tegasnya.

Sementara itu dalam tausiyahnya, Ustazd Rabiul Jayan, menghimbau kepada para jamaah agar semakin mempererat persatuan. Mengingat pada ahir ahir ini banyak fitnah bertebaran.

“Umat Islam harus menjadi pelopor persatuan. Oleh karena itu ukhuwah islamiyah dan ukhiwah watoniyah terus diper erat,” himbaunya.

Tradisi saling menyalahkan karena berbeda faham untuk segera ditinggalkan. Janganlah mudah menyalahkan golongan lain yang tidak sepaham.

“Persoalan khilafiyah untuk tidak terlalu dibesar besarkan, sebab bila tidak maka ada golongan lain yang senang dengan perpecahan. Terutama sesama muslim harus kita kesampingkan ego kita,” jelasnya.

Acara berlangsung meriah serta sesekali riuh suara gelak tawa jamaah yang memenuhi masjid karena materi yang disampaikan penceramah sangat segar dengan canda khasnya. Bahkan sesekali gemuruh suara takbir menggema terdengar sampai luar masjid. Ahirnya acara yang diselenggarakan oleh Bagian Kesra Pemkab Rejang Lebong ini berahir hingga siang hari.

Apa Tanggapan Anda ?