Daerah

Berbagi Nasi Kotak dan Berkisah dengan Anak Berkebutuhan Khusus

MAGELANG - Sekitar 150 anak mendengarkan cerita seru dari Kak Ari Prabowo, sang Juru Kisah dari Persatuan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) di Mushola Al Fikr, Dusun Jetis Pancuran Mas, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Mereka mendengarkan kisah dengan tema "Nikmatnya Ramadhan". Terlihat anak-anak begitu meriah dan antusias mengikuti jalannya kisah sampai selesai.

Acara berkisah ini merupakan bagian dari kegiatan rutin Jumat Berbagi yang diselenggarakan berbagai pihak. Selain diikuti anak di sekitar mushola Al Fikr, acara juga diikuti anak - anak berkebutuhan khusus. Mereka semua membaur, bersuka ria saling tertawa riang mengikuti jalannya berkisah dari Kak Ari.

"Alhamdulillah pelaksanaan Jumat berbagi keempat kalinya di Mushola Al Fikr ini berlangsung secara khidmat dan suasana meriah," kata Ngatijan, salah satu panitia.

Acara ini berlangsung diluar prediksi penyelenggara, karena dari undangan sekitar 150, ternyata anak yang datang melebihi itu. Nasi kotak dan snack yang disediakan pun langsung habis tak tersisa.

"Terlihat baru kali ini anak berkebutuhan khusus bisa bercampur dengan anak - anak pada umumnya, tanpa ada perbedaan. Suasana inklusi yang sangat jarang ditemui," jelasnya.

Salah satu Pengurus Takmir Mushola Al Fikr Widodo sangat senang bisa menghidupkan dan menyemarakkan TPQ Mushola Al Fikr di bulan Ramadhan. Kedepannya akan dibuatkan panggung agar bisa lebih meriah lagi dan pesertanya bisa lebih besar.

Acara Jumat Berbagi merupakan hasil koordinasi beberapa organisasi masyarakat yang peduli terhadap dunia anak. Diantaranya seperti Forum Komunikasi Anak Spesial (Forkasi), Lazis, Persatuan Wartawan Indonesian (PWI) Kota Magelang, Griya Spesial Children, Surya Bunda Special Needs School, dan Paguyuban Orangtua Special Alhikmah.

Diluar bulan Ramadhan, Jumat Berbagi digelar di tempat - tempat umum dengan membagikan nasi kotak kepada masyarakat. Selama berbagi, anak berkebutuhan khusus diajak secara langsung untuk membagikan nasi kotak.

Acara ini mengajak siswa agar peduli terhadap sesama. Meski hanya menyerahkan bantuan nasi kotak, namun kegiatan itu dinilai bisa membantu pengembangan diri anak. Mereka bisa berinteraksi dengan orang lain saat di lapangan. Kegiatan seperti ini, bisa dikatakan sebagai terapi anak berkebutuhan khusus dari sisi rasa, gerakan dan lainnya.

Kak Ari berpesan agar acara seperti ini terus dilanjutkan, sehingga bisa lebih konsisten. Karena, pembekalan akhlak berbagi sejak dini perlu ditanamkan pada anak.

"Baik anak berkebutuhan khusus maupun anak non - berkebutuhan khusus," jelas Kak Ari.

Apa Tanggapan Anda ?