Grup Orkes Keroncong Rewo-Rewo saat tampil dalam acara Pentas Bersama/Silaturahmi Keroncong Kota Magelang di kawasan wisata budaya Mantyasih | Foto: Fauzi Bayu Sejati | Siedoo

Daerah

Dorong Psikologis Masyarakat, Disdikbud Kota Magelang Gelar Seni Keroncong


MAGELANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Jawa Tengah, berupaya melestarikan seni budaya. Salah satunya menggelar acara Pentas Bersama/Silaturahmi Keroncong di kawasan wisata budaya Mantyasih, Sabtu (12/10/2019). Acara tersebut diperuntukkan untuk umum.

“Jadi seni budaya itu berbagai macam cabang, ada seni musik, tari, teater, drama, film dan itu semua harus kita perhatikan, kita bina. Jadi kalau setiap Minggu Legi yang kita pentaskan, kita gilir. Sebelumnya dancing, hari ini musik keroncong lain kali mungkin bikin musik – musik yang lain. Semua harus kita berikan ruang ekspresi, agar semuanya bisa bercabang sesuai minatnya masyarakat Magelang yang berbeda-beda. Semuanya kita berikan,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Magelang, Sugeng priyadi, S.E.

Ada dua grup musik keroncong yang tampil diantaranya grup orkes musik keroncong Rewo-Rewo dan Kereta Uap. Grup keroncong yang lain juga turut hadir dan diberi kesempatan untuk tampil seperti grup orkes keroncong Putra Bangsa.

Acara tersebut diberi judul Silaturahmi Keroncong, harapannya semua grup keroncong bisa untuk tampil bersama dan barangkali menciptakan jenis atau lagu – lagu baru yang berbasis pada Kota Magelang.

“Jadi bagaimana caranya pemerintah itu membuat seni budaya semakin maju dan berkembang. Salah satunya adalah memberi ruang untuk mereka bisa tampil. Prinsip kita punya Mantyasih ini, siapapun bisa pakai kapan pun. Kalau kami fasilitasi anggaran yang ada ya kita jadwalkan setiap Minggu Legi, bisa Minggu siang atau malam Minggu. Tetapi diluar itu juga silahkan kalau mau pentas di sini siapapun boleh, tentu dengan anggaran swadaya,” jelasnya.

Dituturkannya, seni dibutuhkan untuk berkembang yang sifatnya pakem perlu dilestarikan, tapi juga inovasi dan kreasi harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan. Bisa jadi keroncong dipadu dengan gamelan atau alat musik band dan lainnya. Harapannya agar bisa lebih menarik kepada anak – anak muda dan masyarakat.

“Keroncong yang berkesenian itu termasuk alat yang positif untuk memberikan dorongan psikologis, kalau untuk hobi bisa menyegarkan pikiran. Jadi memberikan langkah atau wahana kegiatan yang positif untuk masyarakat. Mereka punya kesibukan dengan bermusik kan baik,” imbuhnya.

Kepala Disdukbud Kota Magelang Drs. Agus Sujito mengatakan, acara tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dari Disdikbud Kota Magelang dan hal tersebut dalam rangka nguri-uri kebudayaan.

“Kebetulan nanti di 2020, kita akan menyelenggarakan festival lomba keroncong. Sudah ada rencana lomba keroncong antar kelompok tingkat Kota Magelang untuk umum,” katanya.

Selain itu, Disdikbud Kota Magelang juga akan menggelar acara Festival Kesenian Rakyat 2019 di Gedung Olahraga Samapta Kota Magelang (Kamis, 31/10/2019). (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?