Musik tidak mengenal usia dan bangsa, sehingga memungkinkan sebagai alternatif pendidikan karakter. (foto: tempo.co)

Opini

Sangat Mungkin, Pendidikan Karakter Lewat Musik


Siedoo, Membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter bukanlah suatu hal yang mudah, dibutuhkan strategi yang tepat dalam membina dan merealisasikannya. Dewasa ini masih sering kita jumpai beragam penyimpangan karakter, khususnya yang dilakukan generasi milenial.

Hampir semua orang beranggapan, musik itu menyenangkan. Jika anak-anak lebih menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang lebih bermanfaat seperti bermain musik, maka dimungkinkan minim terjadi penyimpangan karakter.

Apabila generasi muda gemar mengisi waktunya dengan bermain musik, akan muncul kebiasaan baik yang lain. Seperti olah raga, berorganisasi, diskusi, atau mengaji. Karena bermain musik juga memerlukan kepekaan yang bisa diasah dengan kegiatan yang berhubungan dengan cipta, rasa, dan karsa.

Bermusik adalah kegiatan menyenangkan, sehingga bermusik mampu mencegah anak melakukan hal-hal negatif. Anak-anak yang karakternya menyimpang dengan melakukan tindakan negatif, karena tidak adanya kegiatan positif yang menyenangkan, yang dapat menyibukkan dirinya.

Dunia pendidikan di tanah air senantiasa berusaha mengedepankan pendidikan karakter. Terlebih beberapa dasawarsa terakhir, di mana karakter anak Indonesia mengalami degadrasi. Ciri khas sebagai bangsa ber-Pancasila mulai terkikis.

Pendapat para ahli mengatakan pendidikan karakter merupakan suatu jembatan mencapai kebahagian hidup. Bermusik selain merupakan hal yang menyenangkan, mampu mengasah suatu keterampilan dan kepekaan seseorang.

Hal itu selaras dengan kesimpulan salah satu penelitian yang dilakukan oleh Harvard University Amerika Serikat. Disimpulkan, kesuksesan/kebahagian hidup seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja. Tetapi lebih pada kemampuan mengelola diri, dan orang lain serta penguasaan hati nurani (soft skill).

Dengan demikian, penulis beranggapan musik memiliki keterkaitan dengan karakter. Musik bisa diajarkan kepada siapapun karena musik tidak mengenal usia maupun bangsa. Sehingga, bermain musik menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran pendidikan karakter secara menyenangkan dan produktif. (*)

Baca Juga :  Bimbingan Pendidikan Keluarga, Bagian dari Tanggung Jawab Pendidikan

 

*Narwan, S.P

Guru SD Negeri Jogomulyo, Tempuran

Magelang, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang