Daerah

Selama PJJ, Pendidikan Karakter Tetap Dikedepankan

MAGELANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Drs. Agus Sujito memberikan amanat kepada seluruh sekolah di Kota Magelang untuk tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan maksimal. Selama PJJ, Agus menekankan kepada para guru dan orang tua untuk tetap mengedepankan pendidikan karakter kepada siswa.

“Hal ini selaras dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengimbau guru dan orang tua untuk mewujudkan pendidikan yang bermakna di rumah, dan tidak hanya berfokus pada capaian akademik atau kognitif semata,” ujarnya, Jumat (29/1/2021).

Agus memahami selama PJJ, muncul banyaknya keluhan dari sejumlah orangtua yang mengalami kesulitan untuk memenuhi pembelajaran daring. Baik dalam hal akses internet hingga banyaknya tugas-tugas yang diberikan.

Agus menandaskan, anak-anak harus mempunyai aktivitas pembelajaran meskipun berada di rumah seperti membaca, mengerjakan tugas yang diberikan guru, dan kegiatan positif lainnya.

“Ini penting untuk mengurangi tekanan dan kejenuhan anak di rumah,” ucapnya.

Selama PJJ, banyak kecakapan hidup (life skill) yang bisa dipelajari dan dipraktikkan oleh siswa selama belajar dari rumah, sebagai bagian dari pendidikan karakter. Pendidikan life skill dimaksud misalnya membantu orang tua membersihkan rumah, memasak, berkebun, dan sebagainya.

Penjelasan tentang Covid-19, lanjut Agus, juga perlu diberikan oleh guru maupun orangtua. Anak-anak dipahamkan, mulai dari bagaimana karakteristiknya, pola penyebarannya, dan bagaimana cara menghindarinya, ini adalah contoh pendidikan kontekstual. Sehingga, siswa memiliki wawasan dan kepekaan tentang apa yang terjadi di sekitarnya.

Agus berpendapat, perpaduan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan budi pekerti mampu menjadi fondasi dalam mencetak SDM unggul Indonesia. Pendidikan life skill sebagai pembangun karakter mulia generasi bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, Agus mengimbau kepada guru dan orang tua untuk tetap optimis memberikan layanan pendidikan yang terbaik. Di tengah situasi darurat ini, tidak masalah bagi guru-guru yang belum mencapai target kurikulumnya. Tetap semangat memaksimalkan PJJ, dan mengedepankan pendidikan karakter anak-anak.

“Karena yang terpenting dari proses belajar anak bukan soal ketuntasan belajar, melainkan anak-anak bahagia menjalani proses belajarnya,” pungkasnya. (prokompim/kotamgl). (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?