Daerah Kegiatan

Pentas Musikal BluePrint Production: Bentuk Syiar Nada UNIMMA

MAGELANG - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah terus mengembangkan kreativitasnya dalam berdakwah. Blueprint Production, salah satu media dakwah di bawah Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) UNIMMA menggelar drama musikal virtual yang disutradarai oleh Zuhron Arofi, M.Pd.I. Melalui Blueprint Production, UNIMMA mengajak kaum muda milenial untuk mengenal Islam yang penuh cinta.

Dalam setengah tahun perjalanannya, Blueprint Production menyelenggarakan pentas musikal bernuansa Islam dengan tema “Half Versary”, Sabtu (19/9/2020). Acara digelar di Auditorium Kampus 1 UNIMMA dan disiarkan melalui Youtube Live.

Zuhron menjelaskan, Blueprint Production telah memiliki album dengan 12 lagu ciptaannya. “Ekspresi cinta bagi setiap orang berbeda-beda. Salah satu ekspresi cinta Blueprint adalah sebuah karya lagu-lagu yang romantis dan religius,” jelas Zuhron.

Dalam pentas musikal tersebut, ditampilkan murottal Alquran oleh Abdulloh Ma’sum Arrifa’I dan pembacaan tilawah oleh Erna Candra Dewi. Dilanjutkan dengan Story Telling tentang Sayyidina Ali oleh Muhammad Nizam. Kemudian peserta dibawa dalam indahnya syair puisi dan lantunan syiar nada yang berjudul “Sayyidah Khadijah”.

Pentas selanjutnya berupa drama pendek “Cari Jodoh” menjadi pertunjukkan pamungkas dari acara tersebut yang dipadukan dengan launching Video Klip terbaru “Yang Terbaik”.

Eka Pratiwi, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIMMA yang menjadi salah satu artis dalam acara tersebut mengungkapkan senang dan bangga. Pasalnya dirinya dapat ikut berpartisipasi berdakwah dengan cara yang indah.

“Bagi kaum milenial, mendengarkan ceramah saja itu akan cepat bosan, dengan model dakwah media yang digunakan teman-teman di Blueprint Production ini semoga membawa manfaat dan bisa diterima oleh kaum milenial tersebut,” tutur Eka.

Produser acara, Dede Asikin Noer, S.Ag menyampaikan ucapan terimakasih sebesar-besarnya untuk kerjasama semua pihak yang terlibat dalam proses produksi.

“Acara ini merupakan wujud implementasi dari dakwah media yang diharapkan oleh LP2SI selama ini,” tutur Dede.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab oleh seluruh kru dan pengisi acara. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?