Nasional

M. Nuh : Pendidikan Karakter Harus Diimbangi Pengetahuan dan Keterampilan

Siedoo, Pada hakikatnya pendidikan karakter yang digaungkan saat peluncuran Kurikulum 2013, tidak berdiri sendiri. Hal itu ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014, Mohammad Nuh. Ada rumus tertentu dalam mewujudkan generasi emas pada 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu ASK (Attitude, Skills, and Knowledge).

Diharapkan, pada tahun 2045 mendatang, generasi emas Indonesia setidaknya memiliki tiga hal untuk memimpin bangsa ini, yakni karakter, keterampilan, dan pengetahuan, terlebih kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

Hal itu dipaparkan Mohammad Nuh dalam Dialog Pendidikan tentang Pendidikan karakter di Surabaya, baru-baru ini. Nuh memaparkan materi ‘Penguatan Karakter: Kegiatan Tiada Henti Dalam Menyiapkan Generasi 2045’.

“Kalau mau bertahan, harus beradaptasi dengan perubahan, mampu menciptakan kreasi baru. Nah, ini nantinya ke High Order Thinking Skills (HOTS). Jadi HOTS itu sudah diperkenalkan sejak Kurikulum 2013,” tandas Mohammad Nuh dikutip dari laman kemdikbud.go.id.

Nuh menuturkan kemampuan siswa dalam menghafal rumus dan mengaplikasikannya dalam sebuah soal akan dianggap sebagai Low Order Thinking Skills (LOTS). Karena itu Kurikulum 2013 berusaha menggeser kemampuan generasi bangsa dari LOTS menjadj HOTS.

“Tantangannya ya tadi itu, harus bisa menaikkan mesin berpikir, harus memiliki kemampuan kreativitas dan inovasi,” tuturnya.

Ia pun menegaskan kebutuhan dalam mendidik generasi bangsa tidak hanya tentang pendidikan karakter. Karena karakter saja tidak cukup.

“Lalu muncul rumus ASK, yaitu Attitude, Skills, and Knowledge. Pakai ‘and’ atau ‘dan’, jadi semua aspek itu harus ada, bukan pakai ‘or’ atau ‘atau’ yang membolehkan salah satu saja,” katanya.

Terkait ASK, Nuh pun memaparkan tiga elemen pendidikan abad 21. Yakni how we behave and engage in the world (attitude), how we used what we know (skills), and what we know and understand (knowledge). (*)

Apa Tanggapan Anda ?