Prof. Paulina Pannen, Staf Ahli Bidang Akademik Menristekdikti saat menyampaikan kuliah umum di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, foto: ui.ac.id

Internasional Teknologi

Menimbang Peluang Universitas dalam Negeri Beroperasi di Luar Negeri


JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) RI memiliki cita-cita tinggi, agar semua proses pendidikan di perguruan tinggi bisa dilakukan dengan jarak jauh secara online atau daring. Bukanya hanya saat memberi materi kuliah, tetapi juga ujian sampai mengajukan gelar melalui auditor daring.

“Model pembelajaran yang mengadopsi teknologi digital pun lambat laun harus segera ditanggapi,” kata Staf Ahli Bidang Akademik Menristekdikti Prof. Paulina Pannen, di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, sebagaimana ditulis ui.ac.id.

Suatu hari akan jadi kenyataan,” harapnya kuat.

Dicontohkan, isu yang mulai menghangat soal peluang beroperasinya perguruan tinggi luar negeri (PTLN) di Indonesia.

Ia menyebut peluang itu dapat menekan biaya studi ke luar negeri, sekaligus mencuatkan sertifikasi internasional di dalam negeri dan pemanfaatan fasilitas bersama.

“Kita pun harus melihat peluang perguruan tinggi Indonesia beroperasi di luar negeri,” harapnya.

Ditandaskan, saat ini Kemristekdikti masih bekerja keras agar angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi dapat terus merangkak naik.

Saat ini, APK Indonesia masih tertahan di angka 31,5%. Indonesia kalah jauh dibandingkan Korea Selatan, yang telah mencapai APK sebesar 90%.

Di sisi lain, tantangan zaman terasa semakin nyata. Paling nyata ialah revolusi industri 4.0 ketika disrupsi teknologi terjadi di mana-mana.

“Digital talent gap semakin lebar antar generasi, dan timbulnya budaya baru,” ujarnya.

Untuk menyesuaikan diri dengan zaman, ia menyebut Kemristekdikti kini mengadakan tiga bentuk literasi, yakni literasi human, digital, dan teknologi.

Ia pun menyodorkan beberapa contoh kebijakan pendidikan tinggi yang dapat dan mungkin diterapkan di Indonesia.

Internship dan entrepreneurship harus jadi bagian dari kehidupan pendidikan tinggi. Kampus-kampus pun diminta agar bisa menjadi “tempat kembali” bagi para alumninya untuk melakukan upskilling dan reskilling.

Terakhir, Paulina mengapresiasi kerja keras kampus-kampus dalam negeri yang terus berbenah demi penilaian yang membaik di kancah internasional.

“Secara istimewa, kami mengapresiasi UI yang sampai saat ini menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan peringkat terbaik di dunia,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?