Ilustrasi. Foto: net

Teknologi

Persiapkan SDM Melek Teknologi


JAKARTA – Cepatnya perkembangan teknologi tidak dapat diingkari. Bila seseorang tidak mengikutinya dipastikan akan ketinggalan zaman. Karenanya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong perguruan tinggi atau universitas untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang melek dengan pengetahuan teknologi.

“Sekarang yang terpenting adalah bagaimana perguruan tinggi dapat menciptakan SDM yang berkembang dalam pengetahuan teknologi,” ujar Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti sebagaimana ditulis Jawa Pos.

Guna mendukung hal tersebut, Kemenristekdikti sedang berfokus untuk membangun teknologi yang mumpuni. Kementerian ingin setiap individu dapat mengupgrade dirinya untuk menerima teknologi dalam dunia pekerjaan. Hal ini dilakukan agar calon pekerja tidak tertinggal jaman dan mengantisipasi angka pengangguran.

Ia sependapat, selain teknologi, para calon pekerja atau para mahasiswa jangan hanya belajar untuk mendapatkan nilai yang baik dan sebuah pekerjaan. Tetapi, juga harus mempunyai cara pandang untuk membuat usaha sendiri atau menjadi enterpreneurship.

“Kalau satu negara enterpreneurnya banyak maka angka penganggurannya berkurang. Sekarang mengantisipasinya yaitu dengan ekonomi digital, proses pembelajaran di kuliah dapat diupgrade menjadi ekonomi digital,” ungkap Ghufron.

Sementara itu, mahasiswa AMIK BSI Purwokerto terus diperkenalkan dengan perkembangan teknologi. Mahasiswa juga diimbau untuk mengembangkan diri seiring dengan perkembangan teknologi.

Dosen Prodi TI AMIK BSI Purwokerto Afit Muhammad Lukman mengatakan, saat ini teknologi Internet of Things (IoT) telah banyak digunakan di berbagai kehidupan. Sehingga, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan segala hal.

“Kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi IoT ini menjadi peluang dan tantangan. Di balik kemudahan tersebut sebagai konsumen, mahasiswa pun harus lebih bijak dalam memilih produk yang menggunakan teknologi IoT tersebut,” kata Afit sebagaimana ditulis Republika.

Di sisi lain, Network Developer PT Indonesia Cloud, Muhammad Aznar MPd mengemukakan, kemajuan teknologi informasi memiliki dampak positif dan negatif. Tetapi, hal tersebut dikembalikan kepada masing-masing individu untuk menyikapi kemajuan teknologi tersebut.

Selain itu, Azhar juga menyampaikan proses yang harus dilakukan dalam membangun usaha dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Saat ini dengan teknologi IoT terbuka kesempatan untuk para technopreneur dalam mengembangkan usahanya. Sebagai sumber daya manusia di bidang teknologi informasi. Mahasiswa harus berani untuk memulai membangun usaha sendiri di bidang teknologi informasi, walaupun dalam perjalanannya tidak mudah untuk meraih kesuksesan,” kata Azhar.

Apa Tanggapan Anda ?