Menristekdikti buka bersama alumni UI di kampus Salemba, Jakarta. (foto: ristekdikti.go.id)

Internasional

Pertumbuhan Publikasi Ilmiah Indonesia Tertinggi di Dunia, Siap Geser Malaysia


JAKARTA – Pemerintah akan terus meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat internasional. Saat ini posisi Indonesia terus meningkat dan sudah berada di peringkat dua se-Asia Tenggara (Asean). Jumlah publikasi internasional dari Indonesia mencapai 32.951. Sementara Malaysia yang di posisi satu se-Asia Tenggara memiliki 33.415 publikasi internasional.

“Publikasi kita sudah nomor dua di Asia Tenggara. Lompatannya luar biasa, yang lima tahun lalu (selama) 20 tahun sebelumnya Indonesia belum pernah di atas Thailand. Alhamdulillah dengan berbagai kebijakan yang kita lakukan Indonesia sudah masuk rangking dua di Asia Tenggara,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir

Dikutip dari laman ristekdikti.go.id, Menteri Nasir menerangkan, prestasi ini pun mendapat perhatian dari lembaga pengindeks publikasi ilmiah internasional Islamic World Science Citation Center. Lembaga ini pada 2016 lalu mencatat bahwa pertumbuhan publikasi Indonesia sangat luar biasa di mana publikasinya bertumbuh 1.600 %.

Memang secara kuantitas jumlah publikasi internasional yang dihasilkan masih jauh dari negara lain. Namun ISC memberikan penghargaan karena pertumbuhan publikasi yang diciptakan itu sangat luar biasa. Ini jika berjalan terus sampai 10 tahun ke depan, Indonesia bisa akan menjadi negara rujukan dunia di dalam masalah riset.

Jumlah publikasi internasional yang luar biasa ini, belumlah cukup untuk iklim penelitian di Indonesia. Karena itu, setelah riset haruslah dilanjutkan dengan adanya inovasi. Di mana riset adalah dasar dari lahirnya prototipe dan inovasi. Sebab, inovasi ini yang akan mempengaruhi dan menggerakkan perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) UI 2016-2019 Arief Budhy Hardono menjelaskan, banyak pihak memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi negara keempat atau kelima besar dunia. Sementara UI saat ini masih ada di posisi 292 dunia. Dia pun berharap UI bisa meningkat lagi posisinya di kancah dunia.

Baca Juga :  Wow! Tiap Perguruan Tinggi Bakal Disuntik Rp 5 Miliar

“Ini menjadi tantangan bagi UI. Kalau bangsa ini sudah lima besar dunia maka bagaimana dengan UI yang 292 dunia. Tentunya setidak-tidaknya masuk 50 besar dunia,” katanya dilansir nasional.sindonews.com.

Peran alumni untuk mengangkat posisi UI ialah dengan memberikan konsep koneksi alumni. Dengan demikian, alumni bisa berkolaborasi dan bersinergi untuk memberikan solusi yang sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Menurut Arief, solusi yang diberikan haruslah mengakselerasi sesuai dengan target kebangsaan dan negara Indonesia yang adil dan makmur. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?