Ilustrasi. foto: nusantara.news

Nasional

Pesan Penting Menteri Nasir untuk Perguruan Tinggi


JAKARTA – Perguruan tinggi dengan perusahaan sangat penting untuk menjalin sinergi. Hal ini menjadi hal yang tidak dapat dipungkiri karena perguruan tinggi akan mencetak lulusan yang membutuhkan pekerjaan. Hal tersebut ditandaskan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

“Sedangkan perusahaan akan membutuhkan lulusan perguruan tinggi yang siap bekerja,” katanya dalam siaran persnya.

Karenanya, mahasiswa perlu mendapatkan bekal kompetensi yang memadai untuk terjun ke dunia kerja. Sehingga, peran pendidik memiliki peran penting.

Dalam era disrupsi teknologi sekarang ini, dunia teknologi mengalami perubahan yang sangat pesat. Indonesia yang dalam global competitiveness index telah menduduki peringkat ke-36 dari 137 negara juga merasakan dampak dari hal tersebut.

“Adanya perkembangan teknologi, tentunya dapat dimanfaatkan untuk banyak hal. Salah satunya untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Hal ini karena salah satu yang menjadi poin penilaian pada global competitiveness index adalah higher education and training,” bebernya.

Terkait hal tersebut, ia menyampaikan proses pembelajaran saat ini tidak hanya dapat dilakukan melalui pertemuan di kelas. Melainkan dapat memanfaatkan teknologi seperti adanya kuliah online.

“Hal ini seperti dilakukan perusahaan, misalnya Pertamina yang memberikan pelatihan melalui online pada karyawannya di lokasi offshore,” ujarnya.

Menteri Nasir juga menjelaskan, perubahan dunia menyebabkan terjadinya perubahan perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dapat bersaing pada era revolusi industri 4.0.

Dalam hal ini, Kemenristekdikti memiliki cara untuk meningkatkan daya saing yaitu dengan meningkatkan akses, relevansi dan mutu pendidikan tinggi untuk dapat menghasilkan SDM yang berkualitas dalam rangka meningkatkan ‘national competitiveness’ atau daya saing bangsa.

“Perguruan tinggi yang ada harus semakin adaptif dan makin fleksibel,” ucapnya.

Dengan adanya revolusi industri 4.0 maka diharapkan sistem pendidikan tinggi di Indonesia juga bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman seperti adanya perkuliahan dengan sistem daring (dalam jaringan) atau ‘online’.

“Jika sistem perkuliahan sudah ‘online’, maka mahasiswa bisa melakukan aktivitas perkuliahan tidak harus di kelas. Bisa diluar kelas, di lapangan, bahkan di tempat KKN (kuliah Kerja nyata) pun bisa. ‘anywhere, anyplace, anytime’,” tutur Nasir.

Presiden Direktur PT Pupuk Indonesia Energi, Tentaminarto Dwi Februartono mengharapkan adanya kerjasama antara industri atau usaha dengan dunia pendidikan.

“Ada simbiosis mutualisme karena kita sama-sama membutuhkan,” ujar Tanto. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?