Nasional

Menristekdikti : Masyarakat Perlu Diedukasi Tentang Tenaga Nuklir

JAKARTA - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, saat ini tenaga nuklir masih belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia. Sebab, masih ada kekhawatiran dari masyarakat akan dampak negatif zat tersebut. Sehingga, edukasi untuk pengembangan tenaga nuklir perlu ditingkatkan.

Dalam Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN), tenaga nuklir menjadi Sumber energi terakhir yang digunakan. Dengan demikian, selama masih ada energi lain nuklir bukan menjadi pilihan.

“Nuklir adalah alternatif terakhir sehingga kita tidak mampu kembangkan nuklir,” kata Nasir dilansir merdeka.com.

Saat ini masih banyak masyarakat dan perusahaan yang belum memahami tentang cara kerja dari peralatan yang menggunakan energi nuklir.

“Banyak alat yang digunakan mengandung radiasi, tapi (masyarakat) tidak tahu betapa pentingnya. Masyarakat belum diedukasi manfaat dan dampaknya,” ujar Nasir dilansir suaramerdeka.com.

Untuk diketahui, Indonesia baru ada tiga reaktor nuklir menghasilkan energi listrik yang baru digunakan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Yaitu reaktor di Serpong dengan kapasitas 15 Megawatt (MW), Bandung 2 MW dan Yogyakarta100 kilowatt (KW).

Nasir menjelaskan, saat ini masyarakat masih khawatir terhadap penggunaan tenaga nuklir karena belum memiliki pengetahuan yang baik. Sebab itu perlu dilakukan edukasi agar dapat menunjang pengembangan tenaga nuklir.

Menurut Nasir, Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebagai pengawas tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengembangan tenaga nuklir.

“Di negara modern, bukan lagi pidana tapi edukasi ke masyarakat yang sangat mereka utamakan,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?