Nasional

Kemenristekdikti Nyatakan Unpad Naik Lima Peringkat

JATINANGOR - Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat berkomitmen penuh pada penguatan aktivitas riset dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai riset telah dihilirisasikan menjadi produk yang mampu menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

Di sisi riset ini pula, Unpad aktif berkontribusi dalam pembangunan wilayah. Dalam beberapa tahun terakhir, Unpad aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Atas dukungan yang kuat dalam mengembangkan kawasan Ciletuh-Palabuhanratu, pada April lalu, UNESCO telah menetapkan kawasan ini menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Dari sekian banyak pengajuan geopark di Indonesia, geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi satu-satunya usulan geopark yang melibatkan perguruan tinggi di dalam pengembangannya.

Optimalisasi riset juga semakin digulirkan Unpad. Ini terlihat dari meningkatkan jumlah publikasi internasional yang terindeks Scopus. Meningkatkan capaian ini, Unpad terus mendorong sivitas akademika maupun tenaga kependidikan untuk melakukan aktivitas riset melalui pemberian hibah internal universitas.

Aspek riset yang terintegrasi dengan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unpad diintegrasikan dengan implementasi hibah program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) yang dilakukan para dosen. Mahasiswa yang menjalankan KKN didampingi seorang dosen yang mendapat hibah PPM. Dengan demikian, diharapkan ada luaran riset yang bisa diimplementasikan di masyarakat.

Dengan berbagai program yang dijalankan Unpad, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2018, di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Sepong pada Jumat, 17 Agustus 2018. Tahun ini Universitas Padjadjaran berhasil naik lima peringkat dengan menduduki posisi ke-9 setelah pada tahun 2017 Unpad berada pada posisi 14.

Ini artinya Unpad kembali berada dalam kelompok perguruan tinggi terbaik di klaster pertama bersama 13 perguruan tinggi lainnya dengan skor total 2,95.

Klasterisasi Kemenristekdikti merupakan upaya pemetaan perguruan tinggi nasional di bawah naungan Kemenristekdikti. Pemetaan bertujuan meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi.

Proses klasterisasi dilakukan melalui penilaian lima komponen dari data yang ada di Pangkalan Data Perguruan Tinggi Kemenristekdikti maupun data lain yang relevan. Yaitu meliputi: kualitas SDM, kualitas kelembagaan, kualitas kegiatan kemahasiswaan, kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta kualitas inovasi.

Indikator penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi indikator dengan persentase penilaian terbesar, yaitu 30%. Selanjutnya indikator kelembagaan (28%), SDM (25%), kemahasiswaan (12%), dan inovasi (5%).

Naiknya peringkat Unpad tentunya tidak lepas dari kerja keras dan komitmen seluruh pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal Unpad. Hal ini menunjukkan pengakuan atas capaian kinerja yang dilakukan Unpad selama ini.

Pengumuman klasterisasi ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-73 kemerdekaan Republik Indonesia. Pada momentum ini pula, Unpad merefleksi berbagai capaian yang telah diperoleh atas kinerjanya dalam setahun terakhir. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?