Opini

Geografi Ekonomi Baru Ibarat Mendayung di Antara Dua Pulau

Siedoo, Geografi ekonomi umumnya bersifat deskriptif, dengan teknik analisis masih terbatas untuk memberikan argumen memadai tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi kegiatan ekonomi. Langsung atau tidak langsung menunjukkan relevansi penting dimensi geografi dalam teori ekonomi. Seperti terbentuknya lokasi kegiatan ekonomi, aglomerasi, kawasan industrial.

Hal itu disampaikan Nuzul Achjar dalam acara apresiasi purna bhaktinya, di kampus Universitas Indonesia. Opini tentang Geografi Ekonomi Baru (GEB) dipaparkan secara gamblang oleh Nuzul di hadapan tamu acara.

Dikatakan Nuzul, Geografi ekonomi bertujuan untuk mengukur dan menjelaskan konsentrasi kegiatan spasial dengan endowmen yang tidak merata (ketidaksamaan sifat pertama).

"Eksternalitas aglomerasi (hasil dari tindakan manusia yang bertentangan dengan sifat pertama), meningkatkan skala pengembalian, dan kebijakan publik pada tingkat mikroskopis,” tutur Nuzul Achjar.

Seperti halnya Geografi Ekonomi yang concern dengan persoalan spasial, GEB juga menunjukkan bagaimana struktur spasial suatu perekonomian dipengaruhi oleh biaya transaksi antarlokasi atau ruang. Dan juga dengan increasing return yang akan berpengaruh terhadap perbedaan produksi di daerah urban, regional, serta internasional.

“GEB digunakan untuk menganalisis dampak dari biaya transportasi terhadap distribusi spasial faktor-faktor produksi dan lokasi perusahaan. Biaya ini dianggap sebagai hambatan bagi perkembangan bisnis di berbagai lokasi/ruang,” tambah Nuzul ditulis ui.ac.id.

Dalam perspektif GEB, konsentrasi/disperse kegiatan ekonomi disebabkan karena adanya kekuatan sentripetal dan sentrifugal. Kekuatan sentripetal ialah kekuatan menarik ke dalam, sementara kekuatan sentrifugal ialah sebaliknya.

Kedua kekuatan tersebut akan menentukan perbedaan aglomerasi kota-kota besar dan kecil, konsentrasi kegiatan ekonomi besar dan kecil.

Selain itu, perspektif GEB merupakan contoh dari konvergensi antara kutub dari kubu ahli Ekonomi dan ahli Geografi Ekonomi. Geografi Ekonomi diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kebijakan publik.

Seperti pembangunan infrastruktur, perdagangan domestik, intra dan antardaerah, perdagangan internasional, pembangunan regional dan teritorial lainnya.

“Geografi Ekonomi dan Geografi Ekonomi Baru, mendayung di antara dua pulau. Mengandung makna bahwa dua pulau dimaksud mempunyai jejak masa lalu yang berbeda, dihuni oleh komunitas yang berbeda. Untuk membedakannya, geografi ekonominya orang-orang geografi disebut sebagai economic geographer, dan geografi ekonominya para ahli ekonomi disebut sebagai geographical economist,” tutup Nuzul. (*)

Apa Tanggapan Anda ?