Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB. foto: ui.ac.id

Opini

Tips dari Akademisi UI untuk Jamaah Haji Indonesia


JAKARTA – Kalangan akademisi menaruh perhatiannya kepada jamaah haji, khususnya asal Indonesia. Hal ini mengingat kondisi cuaca di Tanah Air dengan di Makkah dan Madinah sangat berbeda jauh. Di negara Arab Saudi itu suhu udara mencapai 40 derajat celciua pada siang hari. Suhu ini dua kali lipat dibanding suhu normal di Indonesia.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB sebagaimana di laman ui.ac.id menyatakan, jamaah haji asal Indonesia yang sudah mulai diberangkatkan dari tanah air, perlu untuk memperhatikan beberapa hal terkait dengan kesehatan dan kebugaran. Terutama untuk mengantisipasi agar tidak terserang dehidrasi dan kelelahan.

Berikut beberapa tips darinya, agar jamaah asal Indonesia tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah haji:

Kurangi aktivitas di udara terbuka

Umumnya para jamaah berusaha untuk melaksanakan sholat arbain (sholat berjamah 40 waktu) di Mesjid Nabawi dengan lengkap. Apabila udara sangat tinggi dan gejala dehidrasi mulai terasa, maka jangan paksakan diri.

Istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan

Perjalanan yang lama serta proses pembagian kamar yang terkadang berlarut-larut, seringkali membuat kelelahan para jamaah semakin menjadi. Walaupun rasa bersyukur terkadang mengalahkan rasa lelah, namun tubuh tetap perlu istirahat.

Minum air yang cukup dan hindari minuman berkafein atau soda

Cegahlah dehidrasi dengan perbanyak minum air, mengingat suhu udara yang sangat tinggi. Dengan tersedianya tempat penampungan minum di masjid, usahakan untuk tetap minum. Hindari pula minuman yang mengandung kafein atau soda, karena dapat memperberat dehidrasi. Tanda bahwa jamaah harus tingkatkan konsumsi air adalah dengan melihat warna urin yang berwarna lebih keruh.

Makan makanan yang sehat dan seimbang dengan pola makan yang teratur

Perhatikan asupan makanan agar tepat waktu dengan gizi seimbang. Makanan yang disediakan untuk jamaah Indonesia biasanya telah disesuaikan dengan selera jamaah Indonesia. Sehingga, jangan sampai tidak ada asupan makanan sama sekali baik pada pagi, siang ataupun malam hari.

Aktivitas ibadah dan perjalanan menuju masjid dapat menghabiskan energi sehingga perlu diimbangi dengan makan yang cukup. Asupan makanan juga harus dijaga dengan gizi yang seimbang karena apabila tidak baik, maka dapat berdampak buruk pada daya tahan tubuh. Perhatikan pula agar makanan yang dikonsumsi itu bersih dan relatif baru agar tidak terjadi keracunan makanan.

Segera menghubungi petugas kesehatan apabila terjadi masalah dengan kesehatan

Hal berikut perlu dilakukan agar masalah kesehatan segera diatasi dan tidak berlarut. Perlu diperhatikan pula bahwa, kontak sesama jamaah cukup dekat apabila seseorang mengalami flu dapat dengan mudah menular kepada orang lain. Oleh karenanya sesama jamaah dapat selalu mengingatkan apabila terdapat anggota kelompok yang sakit agar segera menghubungi petugas kesehatan dan siap memberikan pelayanan kesehatan.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, semoga para jamaah tetap sehat dan bugar dalam menunaikan ibadah haji.

Apa Tanggapan Anda ?