Daerah Inovasi

Berinovasi, Sekolah Bantu Sepeda Motor ke Siswi

MAGELANG – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Candimulyo Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, melakukan gebrakan dalam mendorong siswa untuk terus berprestasi. Bentuknya memberikan bantuan berwujud sepeda motor. Bantuannya bersifat pinjam pakai.

Benda beroda dua tersebut diberikan kepada siswa yang berasal dari keluarga berkecukupan dan yang kesulitan akses transportasi dari rumah ke sekolah. Dua syarat ini masih ditambah ditujukan kepada mereka yang berprestasi dalam bidang akademik.

Senin (17/9/2018), di sela upacara bendera, yang berkesempatan mendapat bantuan tersebut Parwati dan Afi Nur Thoyibah. Mereka kelas XI IPS I. Parwati dipinjami Supra Fit bernopol AA 2397 HB. Sedangkan Afi dipinjami Honda Grand Impressa bernopol AA 3970 LK.

Penyerahanya dengan disaksikan Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP yang sekaligus menyerahkan STNK dan kunci motor.

“Rasanya senang, terima kasih kepada sekolah,” aku Parwati dengan tersenyum.

Parwarti selama ini untuk sampai di sekolah diantar oleh saudaranya menggunakan sepeda motor. Jarak dari rumahnya sampai sekolah sekitar 7 kilometer.

“Keluarga saya, satu rumah tidak punya motor. Yang punya motor pak dhe saya, itu saja digunakan untuk berdagang,” aku warga Dudan, Surodadi, Candimulyo ini.

Penerima bantuan lain, Afi selama ini dari rumahnya, Tirip, Kembaran, Candimulyo ke sekolah dengan memanfaatkan jasa angkutan umum. Ia terkadang harus terpaksa menunggu.

“Sebelum naik angkutan, dari rumah jalan kaki dulu. Ya cukup jauh,” akunya.

Dari rumah, Afi biasanya berangkat pukul 6.30 WIB. Jarak dari rumahnya ke sekolah sekitar 6 kilometer. Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 20 menit.

“Yang penting tidak telat masuk sekolah,” tambahnya.

Dalam keluarga Afi hanya memiliki satu motor, milik ayahnya yang digunakan dalam keseharian untuk mencari nafkah. Bila naik angkutan umum pulang pergi Afi harus mengeluarkan uang Rp4 ribu. Dihitung dalam 25 hari maka ia harus mengeluarkan uang Rp100 ribu.

“Dengan motor ini semoga bisa lebih irit,” harapnya.

Untuk perawatan sepeda motor secara harian dan mengisi bahan bakar termasuk oli untuk sementara menjadi tanggungan dari siswa. Sebab, dari pada naik angkutan naik sepeda motor relatif lebih irit.

“Bila ada kerusakan berat baru ditangani sekolah,” kata salah satu guru, Slamet Sumari.

Bantuan Motor Akan Terus Berlanjut 

Kepala SMAN 1 Candimulyo  Drs Rohmat Chozin, M. Ag menyatakan bantuan tersebut menjadi bagian untuk memotifasi siswa dalam belajar.

“Motifasi belajar siswa harus tinggi,” ungkap Chozin yang belum ada satu tahun memimpin sekolah tersebut.

Bantuan alat transportasi itu bersumber dari peran serta masyarakat di wilayah Candimulyo. Dalam waktu beberapa bulan mendatang, sekolah juga akan kembali memberikan bantuan serupa.

“Bantuan bisa langsung berasal dari perseorangan ataupun patungan warga masyarakat,” aku Chozin yang pernah mengajar di SMA Taruna Nusantara Magelang.

Kepala SMAN 1 Candimulyo Drs. Rohmat Chozin, M.Ag menandatangani berita acara penyerahan sepeda motor. foto: ist

Ditandasnya, dengan adanya bentuk kepedulian sosial tersebut sedikit banyak akan membantu pendidikan putra-putri di wilayah Kecamatan Candimulyo untuk melanjutkan sekolah di jenjang tingkat atas.

“Tidak boleh ada yang tidak sekolah. Semua harus sekolah. Untuk mewujudkan ini perlu dukungan dari segenap masyarakat,” akunya.

Diapresiasi Bupati Magelang

Bupati Magelang Zaenal Arifin dalam kesempatan itu mengapresiasi langkah SMAN I Candimulyo. Ia berpesan kepada siswa-siswi di sekolah tersebut agar giat belajar.

“Teruslah belajar dan belajar. Karena tidak lain tugasnya hanya menuntut ilmu. Belajar yang rajin. Pahami ilmu dengan sebaik-baiknya di bangku sekolah,” tandasnya.

Bupati juga menerangkan soal janji pelajar. Yaitu, 1) Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, abdi terhadap tanah air dan bangsa, setia kepada Pancasila dan UUD 1945. 2) Adab terhadap orang tua, hormat terhadap guru, serta menjunjung tinggi derajat dan martabat sekolah.

Lalu, 3) Belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bekal masa depan bangsa. 4) Berprestasi dalam rangka, mengisi kemerdekaan. 5) Menjadi warga masyarakat yang baik dan pemuda Indonesia yang bertanggungjawab.

“Anak-anak harus mematuhi janji pelajar,” ucap Zaenal yang berasal dari Kecamatan Pakis ini.

Dikatakan, siswa-siswi harus memiliki cita-cita termasuk menjaga keutuhan negara Indonesia. Sebab, di masa mendatang generasi saat ini akan memimpin negara Indonesia di tahun mendatang.

“Tahun 2045 adalah tahun emas, tepat 100 tahun Indonesia merdeka. Maka persiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Kesempatan itu orang nomor satu di Kabupaten Magelang tersebut juga memberikan buku kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan darinya.

Mereka yang mendapatkan adalah yang berani maju di tengah lapang untuk menceritakan cita-cita, melafalkan Pancasila, hingga menceritakan salah satu sosok guru.

Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP menandatangani buku yang akan diberikan ke siswa. foto: ist

Bupati Reuni dengan Dua Gurunya

Bupati Magelang (tengah) berpose bersama Drs. Rohmat Chozin (kiri) dan Drs. Panji Badriyanto (kanan). foto: ist

Bupati Magelang Zeenal Arifin merupakan lulusan SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang. Di SMAN 1 Candimulyo terdapat dua guru yang dulunya mengajarnya di SMA Muhammadiyah tersebut. Yaitu Drs. Rohmat Chozin, M.Ag yang sekarang menjadi kepala sekolah dan Drs. Panji Bandriyanto, guru pengampu mata pelajaran Matematika.

"Pak Chozin dulu wali kelas saya, orangnya tegas dan displin," katanya di sela upacara bendera.

Meski begitu, Bupati berharap agar anak didik di SMAN 1 Candimulyo tidak memaknai ketegasan dan kedisplinan tersebut sebagai sebuah sikap yang tidak baik.

"Saya yakin, di balik ketegasan dan kedisiplinan itu untuk pendidikan anak-anak semua,"

Dalam upacara tersebut, Bupati juga menyebut nama Drs. Panji Badriyanto.

"Ada lagi guru saya, namanya Pak Panji, guru matematika," cetusnya.

Bupati mengisyaratkan kalau Drs. Panji merupakan orang yang awet muda.

"Dari dulu wajahnya tidak pernah berubah. Hanya sedikit warna rambutnya yang berubah," gelagarnya dengan diikuti suara riuh siswa-siswi peserta upacara.

Sebelum berpamit dari SMA tersebut, Bupati Magelang sempat berfoto bersama dengan kedua guru tersebut. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?