Internasional

SMA PGRI 2 Kayen Berkompetisi di MOSTRATEC Brazil

PATI – SMA PGRI 2 Kayen, Pati, Jawa Tengah kembali mencatat prestasi luar biasa di ajang internasional, setelah menjadi juara pada lomba tingkat dunia beberapa tahun lalu. Agung Kusuma Jaya, siswa kelas XI IPA SMA PGRI 2 Kayen Pati lolos sebagai finalis dan akan mengikuti lomba tingkat internasional pada ajang ‘MOSTRATEC’  di Nuvo Hamburgo, Brazil tanggal 22-26 Oktober  2018 mendatang.

Kepala SMA PGRI 2 Kayen Pati, Surata, M.Pd ditulis Derap Guru, menjelaskan saat lomba tingkat nasional di Jakarta, Agung bersama Klarisa Auliya Rahma sebagai pemenang ‘Honorable mention’ tetapi Klarisa kini telah lulus dan kuliah di jurusan Biologi UPGRIS melalui program bidik misi.

Bidang lomba yang diajukan tahun ini diungkapkan oleh Surata adalah ‘fisika material’  dengan judul project  ‘Test Of Mechanical Properties And Physical Properties Of Rice Husk Ash Silica As The Material Of Hull Coating Traditional Wooden Fishing Ships’ yaitu Material Pelapis Lambung Kapal Kayu dari Silika Abu Sekam Padi.

Material ini terbuat dari bahan limbah yaitu abu sekam padi. Setelah melalui perlakuan fisis dan kimia bahan ini menjadi bahan alternatif pelapis lambung kapal. Material pelapis lambung kapal ini telah diuji kandungan dan kuat bendingnya di UNDIP Semarang dan Politek Negeri Semarang dengan hasil sangat memuaskan.

Keunggulan material ini adalah tahan korosi, mampu menahan kebocoran lambung kapal dan memiliki kekuatan akibat pembebanan dan kekenyalan (bending) yang melebihi standar SNI.

Di ajang MOSTRATEC sebelumnya, tahun 2013 SMA PGRI 2 Kayen Pati pernah memperoleh penghargaan medali emas atas nama Aprilyani Sofa Marwaningtyas pada bidang ‘Biologi molekuler’. Event ini diikuti sekitar 40 negara terdiri dari negara-negara Amerika Selatan, Amerika Latin, Amerika Serikat, Negara Asia dan Afrika.

Muhammad Rauf, guru pembimbing dan pendamping Agung Kusuma Jaya menambahkan, bahwa persiapan untuk maju ke ajang lomba tersebut dilakukan selama tiga bulan sejak bulan Agustus-Oktober 2018. Dijelaskan, sebelum ditetapkan sebagai finalis lomba telah dikirimkan makalah ke panitia, diseleksi di tingkat nasional dan masuk peringkat 4 hingga kemudian dinyatakan sesuai dengan karakteristik penelitiannya dan akhirnya oleh panitia Nasional di ajukan ke Brazil.

Ditanya tentang strategi yang dilakukan, Rauf menjelaskan bahwa pihaknya selalu menggali potensi lokal untuk dikembangkan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Selain itu juga menerima bantuan pengujian laboratorium pihak luar dari Polines untuk uji kuat bendingnya dan dari UNDIP untuk uji kandungan bahan. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?