Inovasi

Pulau Energi Terbarukan, Solusi Defisit Listrik dari Mahasiswa ITS

Siedoo, Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur menciptakan ide untuk merencanakan sebuah pulau dengan energi terbarukan. Mereka merencanakan sebuah ide bernama ISO, yaitu Islands of Renewable Energy untuk Pulau Sumatera. Rancangan ini menggunakan tiga sumber energi alternatif yaitu angin, surya dan ombak.

Nantinya, akan dibangun sebuah pulau di Selat Malaka sebagai pendukung dari ISO. Hal ini dikarenakan Selat Malaka mempunyai potensi energi terbarukan yang besar. Sementara untuk distribusi listriknya sudah tidak lagi secara sentralisasi, melainkan dengan Smart Grid dan Internet of Thing.

“Sebenarnya ISO merupakan penggabungan gagasan antara pulau apung, pembangkit listrik tenaga alam dengan sistem Smart Grid dan Internet of Thing (IoT)," kata Mazaya Yumna, salah satu tim.

Tim yang digawangi oleh Teuku Rizki Firdausi, Mazaya Yumna, dan Amira Layyina ini menciptakan ide untuk merencanakan sebuah pulau dengan energi terbarukan. Dalam hal ini, mereka menggunakan studi kasus di Pulau Sumatera.

Gagasan besar ini tidak lepas dari kondisi listrik di Indonesia. Listrik merupakan salah satu kebutuhan krusial bagi setiap orang. Ketika pasokan listrik mengalami defisit, maka akan mengganggu sendi kehidupan yang lain.

Rancangan ISO (Islands of Renewable Energy).

Seperti halnya yang kerap terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Sumatera. Di satu sisi juga terjadi pertumbuhan penduduk yang cepat, sehingga permintaan akan kebutuhan listrik pun meningkat.

Menurut pemaparan Mazaya Yumna, pasokan listrik di Pulau Sumatera selama ini mengalami defisit sebesar sembilan persen. Kondisi ini tidak seharusnya terjadi, karena Pulau Sumatera merupakan salah satu pulau yang berpotensi mendukung pembangunan Indonesia.

"Ada ketimpangan rasio elektrifikasi di sana. Sehingga sering mengalami pemadaman secara bergilirian," jelas mahasiswi yang biasa disapa Yumna ini.

Yumna memaparkan, untuk sistem transmisi internal dan monitoring berbasis Smart Grid dan IoT akan ditempatkan di pulau pusat Islands of Renewable Energi (ISO). Sedangkan sistem transmisi dan distribusi eksternal ditempatkan di seluruh Pulau Sumatera, berupa gardu listrik dan pusat kendali.

Yumna juga membeberkan bahwa daya listrik yang dihasilkan oleh Islands of Renewable Energy (ISO) melebihi daya yang dihasilkan oleh tiga pembangkit listrik di Aceh. Yaitu, PLTU Nagan Raya, PLTMG Arun, dan PLTD Lueng Bata.

"Pasokan listrik akan mengalami surplus, sehingga mampu didistribusikan ke daerah lainnya," terang mahasiswa Teknik Biomedik tersebut.

Tim tersebut berada di bawah bimbingan Dr Istas Pratomo ST MT. Gagasan ini akan mempermudah dalam distribusi listrik secara terintegrasi di Sumatera.

Ide ini juga telah mampu mengantarkan tim yang berasal dari departemen yang berbeda-beda ini lolos dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31. Dengan adanya ide ini, diharapkan mampu membantu Indonesia dalam mengoptimalkan penggunaan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

"Sehingga cita-cita Indonesia mencapai Sustainable Development tahun 2030 untuk bidang energi terbarukan bisa terealisasi. Ini akan mempermudah dalam distribusi listrik secara terintegrasi di Sumatera," jelas gadis kelahiran Aceh tersebut.

Apa Tanggapan Anda ?