LPPM ITTP memberikan sosialisasi pencegahan plagiarisme.

Daerah

Plagiat Pendidikan, Pelanggaran Berat Menanti


PURWOKERTO – Plagiat adalah bentuk pelanggaran berat dalam dunia pendidikan. Plagiatisme berarti penjiplakan atau pengambilan karya, ide, atau opini orang lain yang diakui sebagai karya milik sendiri. Ini harus segera dihindari, karena akan menjadi boomerang bagi mereka sendiri.

Salah satu cara untuk menghindari dari plagiatisme adalah percaya pada kemampuan diri sendiri. Penulis harus membiasakan diri untuk terus mengasah keterampilan menulisnya dengan cara membaca beragam referensi.

“Dan tidak lupa untuk menuliskan sumber dari kutipan dalam referensi yang dipakai,” kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) ITTP Danny Kurnianto S.T., M.Eng

Ia menyampaikan itu saat Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Teknologi Telkom Purwokerto memberikan sosialisasi terkait pencegahan plagiarisme. Sekarang ini, plagiat menjadi suatu permasalahan cukup familiar terjadi di masyarakat umum, khususnya dalam dunia akademisi. Sosialisasi cegah plagiatisme sejak dini tersebut dilangsungkan di IAIN Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

Ia menjelaskan bahwa, kecenderungan dari akademisi saat ini memanfaatkan keterbukaan informasi sebagai ladang untuk mencopy-paste. Tanpa mereka mencantumkan sumber yang mereka rujuk.

“Sehingga, tindakan tersebut adalah bagian dari pola plagiarisme yang seharusnya dihindari oleh para akademisi tersebut,” jelasnya.

Dalam perkembangan teknologi yang kian hari semakin beragam, palgiarisme sebenarnya adalah salah satu kebiasaan buruk yang sulit kita hindari karena terpaku pada bagaimana mereka (para penulis) ingin instan jadi, tanpa berpikir panjang.

Apabila tidak mau terjebak dalam proses plagiarisme, saat ini ada mesin atau aplikasi untuk mengecek apakah tulisan itu benar – benar tulisan yang dibuat sendiri. Atau justru tulisannya terdapat opini dari penulis lainnya yang bisa menjadikan kita sebagai plagiat.

Kondisi seperti itu bisa diidentifikasi melalui aplikasi. Semacam, Unicheck Plagiarism Checker, Writecheck, Duplichecker, Plagscan, Plag Tracker, Viper Plagiarism Checker, Plagiarism Detector. Semuanya bisa menjadi solusi bagi penulis, agar tidak terjebak dalam plagiarism. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?