Daerah Inovasi

Inovasi Mahasiswa, Temukan Alat Pendingin Kabin saat Mobil Parkir

MAGELANG - Tidak jarang, pengendara mobil biasanya memarkir mobilnya di lokasi yang terpapar sinar matahari secara langsung. Hal ini memunculkan fenomena temperatur berlebihan dalam kabin selama mobil parkir dibawah sinar matahari yang dapat mencapai 70 derajat celsius. Kondisi tersebut telah menjadi kekhawatiran banyak peneliti, karena mempercepat kerusakan kompartemen interior mobil dan menambah beban AC saat pertama kali dihidupkan.

Lebih dari itu, temperatur berlebihan dalam mobil juga berbahaya terhadap kesehatan. Dengan alasan itu, tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UM), Jawa Tengah mencoba berinovasi untuk menemukan solusi persoalan tersebut.

Penelitian dari Prodi Otomotif Universitas Muhammadiyah Magelang berhasil melakukan ujicoba prototipe thermo-electric untuk mendinginkan kabin mobil. Mereka terdiri dari mahasiswa Gaga Putra Setiawan, Ovi Barkah Lukmana, dan David Prayogo. Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penelitian tersebut dibimbing langsung Dr. Muji Setiyo, MT dari Prodi Otomotif UM Magelang.

“Penelitian ini mengembangkan prototipe pendingin kabin mobil alternatif dengan thermo-electric yang didukung oleh sel surya. Prototipe sistem pendingin berbasis thermo-electric dibuat menggunakan 2 buah TEC tipe TEC1-12706,” kata Ketua Tim Gaga Putra Setiawan.

Gaga Putra Setiawan, Ovi Barkah Lukmana, dan David Prayogo berinovasi di dunia otomotif. Melalui PKM, mereka berhasil mengembangkan prototipe thermo - electric untuk pendinginan kabin mobil.

Studi eksperimental dilakukan di sebuah mobil penumpang Hyundai Atoz. Sebuah thermo-electric dirakit dan ditempatkan dalam bagasi belakang dengan sumber energi yang disuplai dari panel surya yang ditempatkan di atap kabin. Heatsink dan fan dipasang pada bagian sisi dingin dan panas dengan menggunakan pasta sebagai perekat sekaligus media perambatan panas.

Heatsink bagian sisi panas ukurannya lebih besar dari pada sisi dingin, diharapkan dapat lebih cepat menyerap panas yang dikeluarkan oleh thermo-electric. Panas yang diserap akan dibuang oleh fan.

Heatsink extrude dipilih karena memiliki kinerja lebih baik daripada model heatsink slot. Penggunaan kipas untuk membuang panas pada heatsink sisi panas dan dingin pada sisi dingin TEC. Isolator yang digunakan berbahan styrofoam, penggunaan isolator ini untuk mengurangi perambatan panas antara sisi dingin dan panas pada dinding.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, sistem pendingin kabin dengan thermo-electric bersumber daya dari solar cell mampu menurunkan temperatur kabin rata rata sebesar 10 derajat celsius dengan pendinginan yang dibangkitkan thermo-electric sebesar 339 Watt.

“Hasil pengujian prototipe ini menunjukkan bahwa sistem pendingin kabin dengan thermo-electric sangat menjanjikan untuk menurunkan temperatur berlebih dalam kabin mobil saat parkir dibawah sinar matahari secara langsung. Sehingga, kerusakan kompartemen interior mobil dapat dikurangi," jelas Gaga.

Apa Tanggapan Anda ?