Mahasiswa KKN UM Magelang pamerkan hasil karya.

Daerah

Usai KKN, Mahasiswa Buat Spot Wisata

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Sebanyak 591 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Jawa Tengah mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka terjun ke masyarakat secara langsung dan menyebar di berbagai pelosok daerah. Sebelum mengakhiri kegiatan di lokasi KKN Tematik Angkatan 45 itu, mereka mengadakan pameran secara serentak di empat lokasi terpisah.

Empat lokasi tersebut yakni di Taman A. Yani Badakan Kota Magelang, Gedung Serbaguna Desa Giriwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Pendopo Gunungpring Muntilan. Serta, Balkondes Tanjungsari Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Wakil Rektor 3 UM Magelang Drs. Mujahidun, M.Pd meninjau lokasi pameran di Balkondes Borobudur. Pada kesempatan ini, ia mengapresiasi usaha para mahasiswa yang hari itu mengenakan udeng (ikat kepala).

“Udeng yang dipakai itu dapat diartikan bahwa mahasiswa mudeng (mengerti) dengan kebutuhan masyarakat,” katanya Rabu (29/3/2018).

Udeng, juga dimaknai sebagai pengikat antara mahasiswa dengan masyarakat. Sehingga, komunikasi dan interaksi dapat terus terjalin.

“Walaupun tidak lagi berada di lokasi KKN,” ujar dia.

Ketua Panitia KKN UM Magelang Dra. Retno Rusdjijati M.Kes menjelaskan, masing-masing lokasi pameran terdiri dari tiga kecamatan. Lokasi di Badakan Kota Magelang untuk peserta KKN dari Kecamatan Magelang Tengah, Utara, dan Selatan. Lokasi di Kaliangkrik untuk peserta KKN dari Kecamatan Windusari, Kajoran, dan Kaliangkrik.

“Lokasi di Muntilan untuk peserta KKN di Kecamatan Mertoyudan, Candimulyo, dan Muntilan. Adapun lokasi di Borobudur untuk peserta KKN di Kecamatan Srumbung, Tempuran, dan Borobudur,“ jelas Retno.

Dalam pameran KKN bertema Optimalisasi Pariwisata dalam rangka Mendukung KSPN Borobudur tersebut, beragam produk ditampilkan. Seperti hasil pendampingan maupun hasil usaha masyarakat serta dokumentasi dan poster.

Selain itu mahasiswa juga mengekplorasi keindahan alam dalam bentuk wisata desa dengan membuat spot wisata.

Puluhan stan pameran yang berada di masing-masing lokasi dinilai tim untuk diberikan penghargaan bagi stan terbaik serta poster paling kreatif. Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) terbaik di masing-masing lokasi.

Di lokasi pameran di Balkondes Borobudur, mayoritas produk yang dipamerkan adalah hasil olahan dari salak singkong, rambutan maupun pepaya.

“Kami memaksimalkan bahan baku yang melimpah di Desa Srumbung berupa salak dengan membuat kurma salak, asinan salak, serta brownis salak,” kata Lilis, salah satu mahasiswa peserta pameran.

Setelah menyelesaikan KKN, para mahasiswa kembali ke kampus untuk membuat laporan KKN dan menyelesaikan kewajiban lainnya. Hal ini agar mereka dapat lulus tepat waktu.

Apa Tanggapan Anda ?