Daerah

Fasilitas Baru Perpusda Kabupaten Magelang

MAGELANG - Sejak 2 April 2018 lalu Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah kembali membuka layanan perpustakaan dan kearsipan dengan gedung baru. Lebih kurang setahun gedung dipugar dengan biaya Rp 21 Miliar.

Gedung baru menempati areal seluas 8.720 meter persegi terletak di Jalan Raya Yogyakarta-Muntilan. Gedung megah ini sekarang tak lagi hanya sebatas sebagai tempat meminjam atau membaca buku. Namun juga sebagai sarana edukasi bagi para siswa yang berkunjung ke tempat ini.
Gedung Perpusda Kabupaten Magelang memiliki koleksi 42.724 buku dengan 26.179 judul.

Buku-buku tersebut dengan berbagai kategori bacaan, seperti ilmu pengetahuan, keterampilan, pemeliharaan hewan, pertanian, dan buku-buku gaya hidup (lifestyle).
Selain itu, Perpusda juga menyediakan fasilitas lain yaitu mendongeng (storytelling) bersama Kak Damar, pemutaran film pendidikan, film khasanah kearsipan, taman baca pustaka serta perpustakaan keliling.

"Dengan layanan ini tentu dapat dimanfaatkan masyarakat dan lembaga pendidikan sebagai sarana edukasi," kata Plt Kepala Perpusda Kabupaten Magelang, Drs. Endra E. Wacana.

Sementara warga Kabupaten Magelang berharap selain perpustakaan daerah perlu didirikan dan dikembangkan perpustakaan di tiap kecamatan hingga ke tingkat desa. Meskipun sudah banyak desa yang memiliki perpustakaan namun pendirian perpustakaan tingkat kecamatan perlu juga dipertimbangkan.
hal tersebut sangat beralasan karena Perpusda Kabupaten Magelang berada di Muntilan, wilayah selatan daerah Kabupaten Magelang.

Hal ini tentu menjadi sebuah kendala untuk berkunjung ke tempat tersebut bagi warga yang berada di sebelah utara yang nota bene jauh dari Muntilan. Seperti Kecamatan Mertoyudan, Tempuran, Salaman, Kajoran, Kaliangkrik, Bandongan, Windusari, dan Secang. Belum lagi di wilayah timur hingga timur laut seperti Kecamatan Candimulyo, Tegalrejo, Pakis, Ngablak, dan Grabag.

Sementara ini di wilayah jauh tersebut baru dijangkau dan dilayani dengan fasilitas perpustakaan keliling dengan unit kendaraan yang masih terbatas.

"Kami berharap ke depan Pemkab Magelang memprioritaskan pendirian perpustakaan di tiap wilayah sebagai tangan panjang Perpusda dalam melayani masyarakat membaca buku," harap Achmad Raharjo seorang warga dari Kecamatan Tempuran.

Apa Tanggapan Anda ?