Bupati Temanggung Drs H Bambang Sukarno (kanan) menyerahkan langsung penghargaan ke Kepala Perpusdes Tlaga Ilmu Rofi’i.

Daerah

Perpusdes Tlaga Ilmu Terbaik se Temanggung


TEMANGGUNG – Perpusatakaan desa (Perpusdes) Tlaga Ilmu Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung dinobatkan sebagai juara dalam Lomba Perpusdes se Kabupaten Temanggung. Pengumuman pemenang ini disampaikan saat pembukaan Book Fest 2016 di Halaman Perpustakaan Daerah Kabupaten Temanggung. Bupati Temanggung Drs H Bambang Sukarno menyerahkan langsung penghargaan tersebut, beserta Wakil Bupati Irawan Prasetyadi SSi MPar.

Bupati mengatakan bahwa, seperti inilah yang diharapkan pemerintah daerah. Yaitu juara perpusdes muncul dari desa yang cukup jauh dari pusat perkotaan. Selain itu, juga putra-putri desa ikut andil mengelola perpusdes.

“Seperti Perpusdes Tlaga Ilmu Tlogopucang, di sebuah desa di ujung Kecamatan Kandangan ini,” katanya.

Salah satu juri dalam lomba perpusdes Tasning menyampaikan, tujuan dari event ini untuk meningkatkan kualitas perpustakaan desa. Selain itu juga sebagai ajang seleksi yang nantinya akan diikutkan dalam lomba perpusdes se Jawa Tengah. Namun sebelum diajukan, diadakan penilaian terlebih dahulu dengan juara perpusdes tahun kemarin.

“Perpusdes terbaiklah yang akan kami ikutkan lomba ke provinsi,” ujarnya.

Ia mengatakan, Perpusdes Tlaga Ilmu baru setahun lalu diresmikan. Namun semangat para pengelola sangat bagus. Bahkan mereka sampai jemput bola ke dusun-dusun setiap Minggu untuk mempromosikan keberadaan Tlaga Ilmu.

“Kegiatan Perpusdes Tlaga Ilmu juga beragam,” jelasnya.

Kepala Perpusdes Tlaga Ilmu Rofi’i mengaku bangga bisa menjadi juara dalam lomba tersebut. Setelah melalui tahap seleksi dari 17 desa, Perpusdes Tlaga Ilmu bisa masuk 10 besar. Selanjutnya, perpusdes dinilai tim juri dari Perpustakaan Daerah Temanggung.

Beberapa variabel yang dinilai umumnya tentang kelengkapan administrasi dan variatifnya kegiatan perpusdes. Hal lain yaitu sejauh mana keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat terhadap perpusdes.

“Sungguh tidak pernah kami kira kalau perpustakaan kami yang menjadi juara,” kata Rofi’i.

Apa Tanggapan Anda ?