Nasional

Meski Soalnya Hots, 783 Siswa di Jateng Dapat Nilai UN Hot

Siedoo, TEPAT pada 2 Mei 2018, merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa-siswi kelas XII SMA/SMK di seluruh Indonesia. Sesuai dengan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor: 0044/P/BSNP/XI/2017 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018, Pengumuman Hasil UN SMA/SMK Sederajat Tahun 2018 dilaksanakan tanggal 2 Mei 2018.

Pengumuman UN ini adalah waktu yang sangat ditunggu-tunggu sebanyak 1.394.870 peserta UN tingkat SMA/MA serta 1.460.965 peserta UN dari tingkat SMK. Kendati UN tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu kelulusan peserta didik, namun tetap saja momen ini sangatlah spesial.

Pengumuman kelulusan SMA/SMK/MA 2018 ini tidak dipublikasikan di internet atau sistem online. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan, pengumuman kelulusan hanya dipublikasikan di sekolah masing-masing.

Muhadjir beralasan pengumuman lewat sekolah dilakukan karena Ujian Nasional Berbasis Komputer sepenuhnya menjadi kepentingan sekolah dan siswa, bukan masyarakat umum.

"Ketentuan sebelum publish, harus diumumkan melalui sekolah dulu. Yang paling berkepentingan kan sekolah dan siswa, bukan masyarakat umum," kata Muhadjir usai mengisi upacara Hari Pendidikan Nasional seperti dikutip Kompas.

Sebelum pengumuman UN ini disampaikan, tepatnya setelah pelaksanaan UN 2018 selesai dilaksanakan, sejumlah besar siswa kelas XII SMA/SMK/MA mengeluh mengenai sulitnya soal-soal UN yang diberikan. Terutama soal matematika. Bahkan, usai mengerjakan soal tersebut, akun Instagram Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Effendy (@muhadjir_effendy), akun Twitter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (@Kemdikbud_RI), serta akun Instagram Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud (@pustekkom_kemendikbud) menjadi sasaran keluhan.

Dalam tanggapannya, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan bahwa bobot pada soal-soal UNBK, terutama mata pelajaran matematika memang berbeda dengan penilaian biasanya. Soal-soal tertentu dibuat lebih sulit dan membutuhkan daya nalar tinggi, atau higher order thinking skills (HOTS).

HOTS sendiri berdasarkan jurnal berjudul 'Higher Order Thinking Skills' karya FJ King PhD, Ludwika Goodson PhD, dan Faranak Rohani PhD di Center for Advancement of Learning and Assessment, merupakan perpaduan empat hal. Yakni, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif, kemampuan berargumen, serta kemampuan mengambil keputusan.

Namun demikian, disamping banyaknya keluhan-keluhan tersebut, masih banyak siswa yang berhasil mendapatkan nilai sempurna, terutama pada mata pelajaran matematika. Di Jawa Tengah misalnya, sebanyak 109 siswa SMA di Jawa Tengah dapat nilai 100 untuk ujian nasional mata pelajaran matematika.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sulistyo mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, siswa penerima nilai sempurna di tingkat SMA tersebut terdiri dari 64 siswa jurusan IPA, 44 dari IPS, dan seorang lagi dari jurusan Bahasa.

“Kemarin banyak yang ngeluh ke Pak Mendikbud setelah grade untuk soal penalaran dinaikkan 10 %. Tapi nyatanya lumayan banyak yang mendapat nilai penuh,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa sulit atau tidaknya soal itu relatif. Disamping sejumlah siswa SMA yang berhasil mendapat nilai sempurna, ternyata masih ada ratusan siswa lain yang berhasil mendapat nilai dengan sempurna pada mata pelajaran Matematika.

Mereka adalah peserta ujian siswa SMK dan MA. Menurutnya ada 670 siswa SMK dan 4 siswa MA yang berhasil mendapat poin 100.

“Tapi kita belum bisa pastikan perbandingan dengan tahun lalu, karena saya baru terima data sekarang,” sambungnya.

Dia menambahkan, bagi siswa yang belum mendapat nilai seperti yang diinginkan, untuk mata pelajaran Matematika maupun lainnya, tak perlu berkecil hati. Lantaran UN bukanlah satu-satunya penentu kelulusan.

Sulistyo pun yakin, untuk tahun ini siswa-siswi SMA/SMK/MA di Jawa Tengah dapat lulus semua. Karena 90 % dari 334.631 siswa kelas XII tingkat SMA/SMK/MA di Jawa Tengah dipastikan berpartisipasi dalam ujian nasional.

Apa Tanggapan Anda ?