Ilustrasi mengerjakan ujian. foto: net

Daerah

Soal Ujian Bocor Kembali Terjadi


JAWA BARAT – Dugaan bocornya soal dan jawaban USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional) terjadi di Jawa Barat. Distribusinya melalui saluran, seperti google drive dan media sosial seperti Line dan Whatsapp. USBN digelar 18 – 25 Maret 2018.

Berbagai pihak berkepentingan pun menanggapi hal yang menciderai dunia pendidikan tersebut. Mulai dari Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan hingga DPRD.

Anggota Dewan Pendidikan Jawa Barat Iwan Hermawan mengaku belum ada laporan dari sekolah yang menemukan aksi tersebut. Pihaknya juga menemukan berkas soal sejenis USBN di satu sekolah di Kota Bandung. Berkas tersebut diduga menjadi rujukan siswa saat mengikuti ujian.

“Namun berkas itu ternyata tidak diperuntukkan bagi sekolah tersebut. Karena tiap wilayah diberikan paket soal yang berbeda,” ujarnya sebagaimana ditulis Pikiran Rakyat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi mengaku berkomitmen menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas itu mengedepankan kejujuran dalam prosesnya. Sehingga, ia berjanji akan menindak tegas persoalan kebocoran itu.

Hadadi mengatakan cukup banyak laporan yang masuk melalui media sosial resmi terkait kecurangan di USBN.

Setiap laporan yang masuk, menyebutkan nama sekolah di mana praktik itu terjadi. Saat ini, pihaknya terus mendata jenis dan lokasi kecurangan terjadi.

“Nantinya ini akan menjadi bahan investigasi tim USBN di Jawa Barat,” ujarnya.

Ketua Komisi V Syamsul Bahri mengusulkan adanya tim investigasi agar hal serupa tidak terulang di tahun-tahun mendatang.

“Saya setuju agar Disdik membentuk tim investigasi untuk mengusut kebocoran soal USBN tersebut,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yumanius Untung mengatakan, alur distribusi soal dan jawaban USBN sampai ke sekolah ada dugaan kepentingan bisnis bimbingan belajar. Mengingat bisnis ini ketat persaingan.

“Tapi ini harus diinvestigasi, dan ada juga dugaan atau motif ekonomi atau hal lainnya,” tutur sebagaimana ditulis Tagar News.

Ia khawatir peristiwa ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak. Untung meyakini siswa sudah siap menjalani ujian. Namun, karena isu kebocoran soal USBN, siswa kembali menjadi korban.

“Oleh karena itu, ini harus diusut tuntas agar tidak terjadi kembali,” katanya.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Yesa Sarwed menyampaikan, tim USBN Jawa Barat telah mengawal dan mendistribusikan soal sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan USBN 2018. Pihaknya telah menyosialisasikan kebijakan USBN dan berkoordinasi dengan LPMP, kantor wilayah, dan sekolah.

Apa Tanggapan Anda ?