Siswa SD mengerjakan ujian. foto: antara

Nasional

Konsep Baru USBN

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

JAKARTA – Ujian akhir jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) di tahun 2018 akan menggunakan nama Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Mapel yang diujikan tiga, yakni bahasa Indonesia, matematika, dan ilmu pengetahuan alam (IPA).

“Bedanya pada tahun ini adalah porsi soal yang diberikan, dengan susunan 90 persen soal akan berbentuk pilihan ganda. daDann sekitar 10 persen berbentuk esai,” ujar Kepala Balitbang Kemendikbud Totok Suprayitno sebagaimana ditulis Kompas.

Ditandaskan, dari soal esai bisa mendorong anak-anak reasoning, sekaligus melatih perbedaan. Sebab, tujuan proses belajar sesungguhnya adalah menumbuhkan kemampuan berfikir dan menyampaikan pendapat. Serta, argumentasi yang melatarbelakangi pendapatnya.

Dikatakan, guru seringkali memberikan tirani jawaban yang benar, dan celakanya anak terjebak pada tirani itu. Totok juga bilang, guru tidak membiasakan anak-anak melihat semua jawaban bisa benar dengan alasan masing-masing.

“Itu terpatri hanya ada satu jawaban yang benar. Dari segi gagasan, kita kadang menjebak pada single correct answer,” katanya.

Di tahun ini, 75-80 persen dari total soal untuk USBN SD akan disiapkan langsung oleh guru mata pelajaran pada satuan pendidikan dan dikonsolidasikan dengan Kelompok Kerja Guru (KKG).

“Sisanya sekitar 20-25 persen soal akan disiapkan oleh pusat sebagai anchor (soal yang disusun mewakili kelompok kompetensi pelajaran),” tambahnya.

Seperti dikutip Antara, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan untuk mengoreksi satu per satu soal berbentuk esai tersebut, Kemendikbud akan menerapkan metode khusus dengan mengoptimalkan peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

“Ada pedomannya. Kalau dikoreksi menggunakan program komputer belum memungkinkan,” kata dia.

Dalam membuat soal USBN, kemendikbud juga mengikutsertakan para guru. Baik untuk SD maupun paket A, para guru dari berbagai sekolah yang tergabung dalam KKG merancang soal USBN dengan porsi 75-80 persen. Sedangkan pemerintah menyiapkan soal inti dengan porsi 25 persen.

Sedangkan untuk tingkat SD luar biasa, semua soal disiapkan masing-masing sekolah. Semua soal ujian dirancang berdasarkan kisi-kisi nasional yang ditetapkan Kementerian.

Apa Tanggapan Anda ?