Penganugerahan Kihajar di Jakarta. I foto : kemendikbud.go.id

Nasional

Fungsikan TIK untuk Majukan Pendidikan, 16 Kepala Daerah Terima Anugerah Kihajar


JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah pada malam Anugerah Kihajar, di Balai Kartini, Jakarta, belakangan ini.

Anugerah diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada daerah yang memiliki komitmen dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan.

Tahun ini, Kemendikbud memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah provinsi, kota/kabupaten di Indonesia. Aspek yang dinilai pada penganugerahan ini antara lain kebijakan, tata kelola, praktik baik terkait TIK, manajemen, dan komitmen untuk peningkatan sumber daya manusia, dampak pada guru, siswa dan prestasi sekolah, serta inovasi-inovasi yang dilakukan di daerahnya.

Anugerah tersebut dibagi tiga kategori. Yakni, Utama, Madya, dan Pertama. Berikut para kepala daerah penerima Anugerah Kihajar :

Untuk kategori utama diraih:

(1). Badingah, Bupati Gunung Kidul;

(2). Tri Rismaharini, Walikota Surabaya; dan

(3). Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta.

Untuk kategori madya diraih:

(1). I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung;

(2) Olly Dondokambey, Gubernur Sulawesi Utara;

(3). Sutiaji, Walikota Malang;

(4). Oded M. Danial, Walikota Bandung;

(5). Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, dan

(6). Hendrar Prihadi, Walikota Semarang.

Untuk kategori pertama diraih:

(1). Ismunandar, Bupati Kutai Timur;

(2). Adnan Purichta Ichsan, Bupati Gowa;

(3). Ashari Tambunan, Bupati Deli Serdang;

(4). Aminullah Usman, Walikota Banda Aceh;

(5). Benhur Tomi Mano, Walikota Jayapura;

(6). Nadjmi Adhani, Walikota Banjarbaru; dan

(7). Muhammad Thaher Hanubun, Bupati Maluku Tenggara.

Selain penganugerahan penghargaan kepada para kepala daerah, dalam rangkaian kegiatan Anugerah KIHAJAR ini dilaksanakan berbagai perlombaan, seminar, dan pameran terkait dengan TIK. Lomba yang dipertandingkan antara lain Pemilihan Duta Rumah Belajar, Kuis Kita Harus Belajar (Kihajar), Lomba Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK (MembaTIK), Lomba Aplikasi Mobile Kihajar.

Lalu ada Lomba Festival Video Edukasi, Lomba Coding Edusiber, Lomba Program Siaran Radio Pendidikan, Seminar Nasional Rumah Belajar, dan Pameran Layanan TIK.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi menyatakan, penyelenggaraan Anugerah KIHAJAR tahun ini mengangkat tema Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter di Era Digital.

“Dengan tema tersebut, tentu penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi dan juga memberi contoh bagi daerah-daerah lain agar teknologi informasi menjadi bagian dari proses pendidikan dan kebudayaan yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tandasnya dilansir dari kemendikbud.go.id.

Dijelaskan, Kepala daerah yang tahu, peduli, dan mengantisipasi kebutuhan anak-anaknya adalah kepala daerah yang mempersiapkan putra-putrinya sebaik-baiknya, khususnya dalam memasuki era digital.

Ia berkeyakinan bahwa generasi muda Indonesia sudah sangat maju dengan teknologi. Karena itu, akan sangat rugi jika pemerintah dan pemerintah daerah tidak menyiapkan teknologi informasi yang memadai.

Kemendikbud telah menyiapkan aplikasi sumber belajar yakni aplikasi Rumah Belajar versi mobile. Aplikasi yg berisi konten-konten pembelajaran dan aplikasi e-pembelajaran untuk siswa dan pendidik ini akan diluncurkan pada Malam Anugerah Kihajar.

“Selain itu, ada TV Edukasi yang tentu akan sangat bermanfaat. Kedua media ini bisa dimanfaatkan di dalam maupun di luar kelas sehingga anak-anak bisa belajar di mana saja. Oleh karena itu, bapak dan ibu kepala daerah, mari kita dorong anak-anak kita untuk menggunakan teknologi informasi dengan bijaksana, bukan hanya untuk bermain _games_melainkan juga untuk proses belajar mereka,” pesan Didik.

Hal senada diutarakan oleh Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom) Kemendikbud, Gogot Suharwoto.

Ditandaskan, pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat tetapi juga membutuhkan partisipasi pemerintah daerah dan dilakukan di semua sektor termasuk pendidikan dan kebudayaan yang merupakan sektor penting dalam pembangunan manusia Indonesia.

Partisipasi pemerintah daerah dalam pendayagunaan TIK di sektor pendidikan dan kebudayaan dilakukan dalam kerangka kebijakan, anggaran, program, implementasi dan dampak.

“Selain untuk memberikan apresiasi atas upaya tersebut, penyelenggaraan Anugerah KIHAJAR dimaksudkan untuk memetakan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan,” ujar Gogot. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?