Ilustrasi anak SD. Foto: net

Opini

Mencari Bentuk Ujian Pendidikan


SEPERTINYA konsep pendidikan di Indonesia belum mapan. Masih mencari bentuk. Kebijakannya pun selalu berubah-ubah.

Di tingkat sekolah dasar (SD), tahun depan pada ujian akhir siswa, sudah tidak lagi memakai ujian sekolah (US). Tetapi, akan diganti menjadi
ujian sekolah berstandar nasional (USBN).

Perubahan itu juga akan diikuti mata pelajaran yang diujikan. Tadinya tiga yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), akan berubah menjadi delapan.

Apa saja itu.

1. Bahasa Indonesia
2. Matematika
3. IPA
4. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
5. Pendidikan Kewarga Negaraan (PKN)
6. Seni Budaya dan Prakarya (SBDP)
7. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK)
8. Agama

Khusus untuk siswa yang belajar berbasis Kurikulum 2006, pelajaran seni budaya dan prakarya namanya adalah seni budaya dan keterampilan.

Yang mengeluarkan kebijakan tersebut adalah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Ketua BSNP Bambang Suryadi membenarkan US diganti menjadi USBN. Selama ini USBN berlaku di jenjang SMA/SMK dan SMP.

“Sekarang (tahun depan, red) di SD,” katanya, sebagaimana ditulis Jpnn.

Dikatakan, dengan status USBN, maka ada 25 persen butir soal ujian titipan dari Balitbang Kemendikbud. Sisanya sebanyak 75 butir soal dibuat oleh guru.

Bambang berharap masyarakat tidak khawatir atau takut. Selama proses belajar mengajar berjalan dengan tuntas, siswa pasti siap mengahadapi USBN.

Selain itu Bambang mengatakan selama siswa mengikuti pembelajaran dengan baik, tidak akan takut untuk mengikuti USBN.

“USBN di jenjang SD juga bermanfaat bagi guru,” jelasnya.

Sebagaimana diketahu, US sudah dimulai sejak tahun 2013/2014. Sebelumnya menggunakan nama ujian nasional (UN).

Apa Tanggapan Anda ?