Daerah

Momen Wasana Warsa dari SMPN 1 Kota Magelang

MAGELANG - Wasana Warsa angkatan 109 SMP Negeri 1 Kota Magelang digelar di ruang aula sekolah pada Sabtu (05/06/2021). Acara dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat serta membatasi jumlah peserta dalam satu ruangnya. Tahun ini merupakan tahun pertama acara Wasana Warsa SMPN 1 sukses dilakukan mandiri secara alat maupun tenaga berkat kerjasama seluruh siswa, guru, karyawan, serta tim IT.

Ada beberapa pihak yang turut hadir dalam acara Wasana Warsa SMP Negeri 1 Kota Magelang. Diantaranya ketua komite sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, perwakilan OSIS, dan murid beserta wali murid. SMPN 1 memiliki tim IT yang bertugas untuk mengontrol stabilitas jaringan pada saat prosesi acara Wasana Warsa berlangsung.

"Pada hari ini tanggal 5 Juni 2021, kami serahkan kembali putra putrinya kepada orang tua masing-masing untuk diarahkan dan dibimbing ke jenjang pendidikan selanjutnya. Terima kasih telah mempercayakan amanah ini pada kami," kata Nurwiyono Slamet Nugroho, Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang.

Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada para wali murid yang telah mempercayakan putra putrinya untuk dibimbing di SMPN 1. Selain itu Nurwiyono juga memohon maaf apabila ada banyak kekurangan dalam mengemban amanah ini.

Prosesi Wasana Warsa dimulai sejak pukul 10.00 - 11.00 WIB, setelah pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) berakhir. Acara dimulai dengan pembukaan, dilanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan perwakilan kelas, sambutan kepala sekolah, janji alumni, sambutan ketua komite, dan di tutup dengan penyampaian kesan pesan dari wali kelas IX. Janji alumni dibacakan oleh dua orang siswa sebagai perwakilan dari seluruh kelas IX angkatan 109.

Siswa-siswi yang tidak berkesempatan mengikuti prosesi Wasana Warsa di aula dihimbau untuk ikut memeriahkan acara melalui room Zoom dan YouTube Streaming. Sejumlah 238 siswa mulai dari kelas 9A sampai 9H dapat menonton melalui room Zoom. Sedangkan masyarakat luas dapat ikut menonton melalui YouTube Streaming. Para siswa wajib menggunakan almamater OSIS ketika mengikuti prosesi Wasana Warsa.

Baca Juga :  Awali Dies Natalis dengan Tonnis

Nurwiyono menambah bahwa SMP Negeri 1 Kota Magelang sudah menerapkan 4C (Critical thinking, Creative, Collaborative, Communicative) dengan harapan di era industri yang semakin berkembang. Anak-anak yang potensinya luar biasa ini dapat menjadi sumber daya manusia yang unggul.

"Saya berharap anak-anak tetap memiliki kesempatan belajar. Jangan sampai pandemi Covid-19 ini menyebabkan learning loss yang akhirnya mengurangi hak-hak mereka untuk belajar," ujar Nurwiyono.

Nurwiyono Slamet Nugroho, Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang. | foto : Siedoo

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, SMPN 1 berhasil mengantongi 178 prestasi. Sekolah ini juga berhasil meraih medali emas di olimpiade Sains Nasional serta memenangkan lomba roket air yang diadakan oleh Kemenristek Dikti. Bahkan SMPN 1 memiliki ekstrakurikuler Mekatronika yang fokus pada penciptaan roket air dan robotik.

Program unggulan dari SMPN 1 selain Sains, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) adalah IT. Era ini adalah era digital, dimana IT merupakan tuntutan dalam perkembangan jaman. Sehingga melalui adanya mata pelajaran TIK harapannya dapat membekali siswa-siwa dengan pengetahuan IT yang lebih baik.

Budi Santoso, Ketua Panitia Wasana Warsa 2021 mengungkapkan bahwa tidak ada kendala besar dalam pelaksanaan acara walaupun waktu dalam persiapan terhitung sangat singkat. Dimulai dengan koordinasi awal pada seminggu sebelum acara dan persiapan efektif baru dilakukan sejak tiga hari lalu.

"Harapan saya, karena katanya angkatan ini adalah angkatan corona yang dalam pandangan orang kalian kurang maksimal dalam belajar, namun hal itu tidak perlu dihiraukan. Kalian harus tetap semangat dan semoga bisa bersekolah di sekolah yang diinginkan," ujar Budi ketika menyampaikan harapannya pada siswa angkatan 109.

Ia berharap, semoga tahun depan wisuda dapat dilakukan secara tatap muka, dan tentunya kegiatan belajar mengajar sama seperti sebelumnya. Karena tahun ini full Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca Juga :  PPMT di Wonosuko Tegalrego Ditutup Sudah

"Sehingga mengurangi interaksi antara guru dan murid, dan itulah yang paling kami sayangkan," tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?