Advertorial Tokoh

Lika-liku Perjalanan Nurwiyono, Tak Terima Gaji Setahun hingga Menjadi Kepsek

Siedoo, Nurwiyono S.N, M.Pd, sejak Taman Kanak - kanak, usia 4 tahun, sudah mengikuti perlombaan. Salah satunya lomba deklamasi. Saat itu, merupakan pengalamannya pertama kali mengikuti lomba dan meraih juara pertama.

Karena tingkat kecerdasan pribadinya dinilai mampu, usia 5 tahun, dirinya masuk ke jenjang sekolah dasar (SD) dan terbukti sering mendapat peringkat satu. Saat mengenyam pendidikan di SMPN 1 Ambarawa, Semarang mulai terjun berorganisasi, seperti Pramuka dan OSIS. Kegemarannya berorganisasi lanjut hingga di SMAN 1 Grabag, Magelang.

Jenjang pendidikan diteruskannya dengan mendaftarkan di dua perguruan tinggi sekaligus (IAIN jurusan Tarbiah dan IKIP jurusan Olahraga). Semua perguruan tinggi menerimanya, namun ditengah perjalanan saat kuliah, dirinya meninggalkan salah satu. Dan memilih meneruskan di IKIP karena kendala finansial.

Setelah lulus kuliah dirinya mengajar di SMK Yudya Karya Kota Magelang, selama tahun. Jenjang karirnya mulai berubah ketika dirinya diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di dua lembaga sekaligus, Departemen Agama dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Penempatan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Wonosobo dipilihnya, daripada Departemen Agama yang ditempatkan di Kota Tegal. Setelah tiga tahun, kemudian berpindah tugas di SMPN 2 Kota Magelang sebagai guru olahraga.

Sementara itu, ilmunya ditambah dengan mengikuti kuliah bahasa Inggris di Universitas Negeri Tidar Magelang.

Selama menjadi guru, dirinya kerap mengikuti perlombaan. Salah satunya, pernah meraih juara 1 tingkat nasional lomba kreatifitas pembelajaran, di Jakarta (2004). Hal tersebut membuat dirinya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan jenjang pendidikan S2 Manajemen Pendidikan (2006 - 2008) di Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan menjadi lulusan terbaik.

Setelah lulus S2, karirnya naik menjadi Plt Kepala SMPN 2 Kota Magelang selama dua tahun (2009 – 2011). SK definitif kepala sekolah didapatnya dan resmi menjadi Kepala SMPN 9 Kota Magelang (2011).

Pengembangan diri masih terus dilakukannya dengan menulis best practice tentang penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SMPN 9 Kota Magelang. Hasil karyanya tersebut disorot oleh direktorat untuk dijadikan contoh.

Karyanya dalam menulis dilanjutkan, tentang penerapan kurikulum 2013 dan mengikuti lomba kepala sekolah berprestasi dalam bidang penelitian. Juara 1 tingkat provinsi Jawa Tengah diraihnya.

Berkat berbagai prestasi emas yang sudah diraihnya, membuatnya sering dijadikan sebagai instruktur atau narasumber di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), memberikan materi dan pelatihan kepada guru – guru se-Jawa Tengah (2006 – 2012).

Keilmuwannya masih belum berhenti untuk dikembangkan, menulis dalam hal penelitian tindakan kelas bagi guru. Sedangkan untuk kepala sekolah ialah penetlitian tindakan sekolah.

Saat ini dirinya menjabat sebagai kepala sekolah (kepsek) di SMPN 1 Kota Magelang, Wakil Ketua I PGRI Kota Magelang dan Sekretaris I Kwarcab Kota Magelang dalam kepramukaan.

Semua hal yang diraihnya sekarang berkat kerja kerasnya dalam menimba ilmu. Dirinya mengaku, pernah tidak mendapat gaji selama satu tahun dalam mengabdikan ilmunya ke salah satu sekolah swasta di daerah Temanggung.

Pengalaman mengajarnya ke daerah terpencil juga pernah dialami. Saat mengikuti kegiatan pertukaran kepala sekolah di Kabupaten Karimun Kepulauan Riau, selama empat belas hari.

Dirinya berharap kepada pemuda sebagai harapan bangsa, menjadi generasi emas Indonesia yang lebih maju dan berkarakter.

Tidak hanya sekedar mentransfer ilmu, tetapi juga memberikan nilai – nilai ketakwaan, keimanan, integritas, tanggung jawab, nasionalisme, gotong royong, displin dan kejujuran. Generasi muda harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik sesuai dengan potensinya, tujuannya untuk mengembangkan potensi peserta didik. (*)

Apa Tanggapan Anda ?