Daerah Kegiatan

Lancarkan PJJ, Siswa Sekolah Ini Dipinjami Tablet

MAGELANG - Pemerintah menekankan kepada setiap sekolah untuk memaksimalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19 ini. Salah satu hambatan yang muncul adalah keterbatasan sarana PJJ seperti handphone (HP) android yang mutlak diperlukan. Satu keluarga dengan satu HP sementara yang harus mengikuti PJJ di keluarga itu 2 anak atau lebih, tentu sangat kerepotan. Atau bahkan bagi anak dan orang tuanya tak memiliki HP, tentu hanya bisa ditempuh secara mengambil tugas ke sekolah dan kemudian mengembalikan usai dikerjakan.

Hal itu terjadi di SMP Negeri 2 Windusari Kabupaten Magelang, sehingga pihak sekolah berinisiatif meminjami tablet sebagai sarana PJJ siswanya. Sebanyak 30 siswa-siswi sekolah itu memerima pinjaman karena memang sangat membutuhkan untuk kelancaran mengikuti pembelajaran daring.

Kepala SMP Negeri 2 Windusari Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Slamet Budoyo, S.Pd menerangkan pada tahun 2019 sekolahnya mendapat dana BOS Afirmasi untuk program Rumah Belajar. Salah satu komponennya adalah pengadaan tablet sebagai sarana melaksanakan program tersebut.

“Namun karena saat ini sedang pembelajaran daring, maka tablet itu kami pinjamkan ke siswa untuk membantu kelancaran proses pembelajaran jarak jauh,” terangnya, Jumat (29/1/2021).

Dikatakan Budoyo, peminjaman tablet ini bertahap dan untuk tahap pertama ini baru 30 siswa. Para siswa bersama orang tuanya secara bergilir datang ke sekolah untuk menerima arahan penggunaan tablet.

“Kami berharap dengan tablet yang dipinjamkan tersebut, para siswa dapat terbantu dalam mengikuti pembelajaran daring, sekaligus memperlancar proses KBM daring di SMP Negeri 2 Windusari ini,” katanya.

Inisiatif ini muncul dari hasil evaluasi pembelajaran daring pada Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021. Di mana banyak siswa yang terkendala mengikuti PJJ karena tidak memiliki sarananya.

“Bahkan hingga penerimaan rapor, ada siswa yang belum lengkap mengumpulkan tugasnya. Sehingga kami berinisiatif untuk membantu siswa lancar mengikuti pembelajaran dengan meminjami tablet ini,” kata kepala sekolah yang akan purna per 1 Februari 2021 ini.

Reulina, siswi Kelas VIIIA bersama ibunya mengoperasikan tablet yang dipinjamkan sekolah untuk pembelajaran daring. | foto: Narwan Siedoo

Di tempat yang sama, salah satu siswi Kelas VIIIA, Reulina menyatakan rasa senangnya mendapat pinjaman tablet untuk pembelajaran daring. Reulina yang tinggal di pondok pesantren ini terpaksa harus bergantian HP dengan adiknya yang masih duduk di bangku SD.

“Kalau pagi HP untuk daring adik saya, kemudian setelahnya ibu mengantarkan HP ke pondok untuk saya gunakan daring,” tuturnya.

Ibunya, Sulastri, yang duduk di sampingnya juga berucap syukur atas pinjaman tablet dari sekolah. Warga Dusun Belang Desa Gunungsari ini setiap siang atau sore mengantar HP ke pondok pesantren yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya.

“Itu pun bila cuaca memungkinkan untuk bermotor, tidak hujan lebat. Namun alhamdulillah, anak saya mendapat pinjaman sarana daring ini, semoga tugas-tugas daringnya dapat lancar,” ucapnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?