Advertorial Kegiatan

SMK Muhammadiyah Kota Magelang Maksimalkan Pembelajaran Daring

KOTA MAGELANG – Pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring bukan berarti menjadi halangan dalam dunia pendidikan. Guru secara semangat berkreasi menyampaikan materi belajar dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Seperti dilakukan oleh para guru SMK Muhammadiyah Kota Magelang. Dalam kegiatan pembelajaran online tersebut mula-mula menggunakan berbagai aplikasi seperti Google Clasroom, Google Meet, Google Form, Zoom, SOM, dan Power Point.

“Namun setelah ada beberapa masukan akhirnya lebih banyak digunakan Google Clasroom, Power Point SOM, dan Power Point,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Nunik Listyaningrum.

Dikatakan Nunik, sebelum pelaksanaan PJJ telah dilakukan pelatihan bagi para guru agar terwujud kesepahaman dalam menggunakan aplikasi untuk PJJ.

Selanjutnya Nunik mengatakan memang pemahaman siswa dalam PJJ itu sebatas aspek pengetahuan. Sedangkan materi praktik masih kesulitan diberikan secara daring, dengan kata lain materi praktik kurang maksimal bila diberikan secara daring, banyak faktor yang menghambat.

“Materi praktik kami kira lebih tepat bila diberikan secara langsung, secara tatap muka. Karena butuh komunikasi dan arahan guru secara langsung dalam praktik itu,” katanya.

Nunik menjelaskan saat ini sedang difokuskan materi daring untuk persiapan penilaian tengah semester (PTS) gasal. Sehingga materi harus tersampaikan dan dikuasai oleh siswa hingga pelaksanaan penilaian nanti.

“Jadi materi lebih diutamakan teori dan pengetahuan yang diberikan saat ini,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SMK Muhammadiyah Kota Magelang, Atiningsih, S.Pd mengatakan PJJ memang harus dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Sehingga pihaknya mengajak para guru untuk menyiapkan materi PJJ dengan aplikasi yang dianggap mudah dilakukan.

“Selain mudah dilakukan, siswa juga mudah mengikuti dan menerima materi secara utuh. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai harapan,” katanya.

Atiningsih berharap kondisi pandemi lekas berlalu dan pembelajaran tatap muka berjalan normal kembali. Karena SMK lebih mengutamakan pemberian materi terkait skill untuk anak didik.

“Sehingga mereka nantinya lulus dengan memiliki skill yang handal dan dapat menjadi bekal masa depan mereka dalam kehidupan,” pungkas Atiningsih, S.Pd. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?