Narwan Sastra Kelana saat menyampaikan materi. (foto: siedoo.com)

Daerah Kegiatan

Rangkul Siedoo Indonesia, DPMP4KB Kota Magelang Adakan Pelatihan Wartawan Kecil


MAGELANG – Seorang anak dalam masa perkembangan normalnya sangat membutuhkan informasi positif. Terutama sebagai motivasi dalam bersosialisasi dan meraih cita-cita. Anak pun punya hak menyampaikan informasi kepada banyak orang, utamanya terkait hal-hal positif.

Menyikapi hal itu Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang, Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Wartawan Kecil. Dalam hal ini DPMP4KB merangkul Siedoo Indonesia melatih para siswa SD dan SMP di Kota Magelang, bertempat di RM Kebun Semilir, belakangan ini.

Siswa yang mengikuti pelatihan tersebut dari SD Negeri Kemirirejo 3, SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual), SMP Negeri 1, dan SMP Negeri 2 Kota Magelang. Sementara dari Siedoo Indonesia sebagai pemateri adalah Pemimpin Redaksi (Pimred) Adi Daya Perdana dan wartawan Narwan Sastra Kelana.

Ketua penyelenggara kegiatan, Yulis Hendarwati, S.Sos mengatakan, pelatihan tersebut untuk memupuk bakat menulis dan kejurnalistikan anak. Sehingga ke depan mereka mampu mencari informasi dan sekaligus menyebarkan informasi positif kepada khalayak umum melalui berbagai tulisan di media massa baik cetak maupun elektronik.

“Mereka harus paham terlebih dahulu kaidah-kaidah menjadi wartawan dan aturan-aturan dalam menulis berita. Maka mereka perlu belajar langsung dari narasumber yang tepat, yaitu para wartawan,” kata Yulis kepada siedoo.com.

Sementara itu Kepala DPMP4KB, Dra. Wulandari, M.M menyampaikan kegitan tersebut merupakan rangkaian program dari DPMP4KB. Kali ini mengusung tema ‘Melalui Konvensi Hak Anak, Kita Tingkatkan Partisipasi Anak Dalam Memperoleh Informasi yang Layak Dengan Pelatihan Wartawan Kecil’.

Antusias dan Cerdas

Pimpred Siedoo Indonesia, Adi Daya Perdana dalam materinya memberi semangat peserta pelatihan serta menyampaikan tips-tips menjadi seorang wartawan. Disampaikan modal utama menjadi wartawan adalah percaya diri dan kemampuan menulis.

Baca Juga :  Tanamkan Cinta Budaya Bangsa Lewat Lomba Bercerita

“Sedangkan ilmu wartawan salah satunya adalah tahu sedikit dari yang banyak, dan tahu banyak dari yang sedikit,” papar Adi.

Pada sesi kedua, pemateri Narwan Sastra Kelana menjelaskan berbagai kiat menulis berita baik dalam media cetak maupun media elektronik. Mulai dari tema berita, judul berita, hingga kaidah penulisan berita yang baik dan seimbang.

Narwan menegaskan, seorang wartawan itu juga seorang penulis. Seorang penulis harus banyak membaca, agar tulisan-tulisannya tidak terasa kering dan semakin berkembang. Ibarat sebuah bak air, bila tidak diisi maka kran pengalirnya pun akan kering.

“Membaca tidak hanya berupa buku-buku atau majalah, namun juga membaca sunatullah, yaitu membaca alam sekitar kita,” tandas Narwan.

Pada sesi terakhir peserta pelatihan tampak antusias mempraktikkan ilmu yang didapat selama pelatihan. Mereka melakukan simulasi wawancara kepada salah satu ‘narasumber’ berita dengan tema Magelang Kota Layak Anak. Pertanyaan-pertanyaan cerdas pun dilontarkan peserta dalam praktik memperoleh informasi. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?