Daerah Kegiatan

KKN PPMT UNIMMA Kembangkan Media Pembelajaran dan Penguatan Entrepreneurship

MAGELANG – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNIMMA. Tujuannya menjadikan lembaga sebagai institusi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan, serta mempercepat pencapaian visi institusi melalui kegiatan PkM.

Sebanyak 5 (lima) mahasiswa UNIMMA mengadakan kegiatan PPMT di Dusun Wiropati, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang Jawa Tengah yang dimulai 28 September 2020 lalu. Mereka adalah mahasiswa Prodi PGSD yaitu Ashadi Sulthon, Faza Khusu Sa’adah, dan Zaki, serta dari Prodi Manajemen yaitu Ega Aldanisa Apriliani dan Titania Ayu Rizqia.

Tema yang diangkat dalam PPMT Dusun Wiropati tersebut adalah “Pengembangan Media Kotak Siklus Pembelajaran dan Penguatan Entrepreneurship”. Kelima mahasiswa dibimbing oleh Dosen Pendamping Dr. Rochiyati Murniningsih, S.E., M.P. yang akrab disapa Dr. Murni.

Dr. Murni menjelaskan beberapa tujuan khusus pembinaan dan pengembangan PkM. Antara lain meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di UNIMMA, agar terbentuk sivitas akademika yang memiliki kompetensi terutama dalam bidang PkM. Kemudian, meningkatkan kegiatan PkM sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan yang dibina oleh LP3M, program studi, dan lintas program studi atau lintas disiplin ilmu.

“Juga meningkatkan mutu PkM secara berkelanjutan melalui program PkM unggulan dengan mekanisme yang mengacu pada kebutuhan masyarakat. Serta publikasi dan meningkatkan perolehan Kekayaan Intelektual,” paparnya, Sabtu (24/10/2020).

Dijelaskan Dr. Murni, kegiatan PPMT di Dusun Wiropati dilaksanakan dengan dua program payung yaitu Peningkatan Kualitas Pembelajaran Anak Usia Sekolah di Masa Pandemi dan Peningkatan Pemahaman Entrepreneurship dan Ketrampilan Mitra untuk Berwirausaha.

Program KKN PPMT akan mengurangi masalah pembelajaran online untuk masyarakat Dusun Wiropati. Diungkapkan Dr. Murni, ada beberapa faktor yang menyebabkan pembelajaran daring tidak terpenuhi atau tidak maksimal di Dusun Wiropati. Seperti fasilitas pembelajaran daring yang membutuhkan alat teknologi berupa laptop, smartphone, kuota internet dan listrik. Kemudian faktor, siswa yang belum terbiasa belajar daring dan belajar mandiri, minimnya sumber bacaan buku belajar di rumah anak.

“Anak baru memiliki energi dan semangat ketika bersama teman-temannya, juga faktor SDM yang ‘melek teknologi’ baik dari segi guru maupun siswa,” ungkapnya.

Dr. Murni menambahkan faktor lainnya berupa fasilitas sekolah yang belum mampu menyelenggarakan kegiatan belajar yang sesuai protokol kesehatan. Kemudian, masa pembelajaran via daring sampai kapan berakhir tidak ada kepastian. Serta kemampuan orang tua dalam mendampingi siswa belajar sangat minim.

“Terutama bagi orang tua yang keluar rumah untuk bekerja, tidak ada waktu untuk mendampingi anaknya belajar via daring di rumah. Di mana di Dusun Wiropati sebagian besar orang tua siswa adalah buruh tani atau petani mikro,” terang Dr. Murni.

Oleh sebab itu, kegiatan PPMT melalui pemberdayaan pembelajaran mandiri dengan media Kotak Siklus Pembelajaran sangat didukung oleh masyarakat. Pemberdayaan pembelajaran dilakukan setelah melihat jumlah siswa kelompok belajar semakin lama semakin sedikit.

“Itu karena mereka merasa bosan kegiatan yang dilakukan hanya mengerjakan tugas tanpa kegiatan yang menyenangkan,” kata Koordinator Lapangan KKN PPMT, Ashadi Sulton.

Dikatakan Ashadi, Media Kotak Siklus Pembelajaran ini diharapkan dapat mampu menambah pemahaman anak dalam belajar dan mengurangi jenuh dengan kegiatan yang monoton.

“Sehingga anak usia sekolah tetap bisa mengikuti tuntutan capaian pembelajaran sesuai level pendidikannya,” katanya.

Kegiatan KKN PPMT tersebut dilaksanakan dengan melibatkan remaja setempat yang tergabung dalam “Komunitas Rumah Baca Dusun Wiropati”.  Keterpaduan mahasiswa KKN PPMT dan pemuda Dusun Wiropati dimulai dengan menggugah semangat belajar anak-anak dengan kegiatan outbound.

“Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, dan antusias pula mengikuti pembelajaran di beberapa tempat dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ungkap Ashadi.

Sementara pada program kedua KKN PPMT adalah peningkatan pemahaman entrepreneurship dan ketrampilan mitra untuk berwirausaha. Dijelaskan Dr. Murni, program ini dilatarbelakangi oleh fakta akibat pandemi Covid-19. Di mana banyak pemuda Dusun Wiropati yang biasa bekerja di luar desa mengalami PHK atau penurunan jumlah jam kerja.

“Sementara pendapatan dari hasil pertanian yang didominasi komoditas sayuran, harganya juga sedang anjlok,” katanya.

Guna mengantisipasi munculnya masalah sosial, perlu dilakukan pelatihan kewirausahaan untuk menggugah semangat para pemuda Dusun Wiropati. Kegiatan inipun dilaksanakan dengan kerjasama mahasiswa PPMT dan pemuda dusun setempat.

“Pengembangan kewirausahaan ini dilakukan melalui outbound, simulasi wirausaha juga pelatihan IT sederhana berbasis android,” jelas Dr. Murni.

Di era industri 4.0 menuntut pelaku usaha  agar memahami dan menguasai digitalisasi di berbagai sektor industri.  Penguasaan teknologi menjadi penting agar usahanya bisa semakin berkembang maju.

“Dengan digitalisasi, para pelaku usaha bisa beroperasi secara efektif dan efisien, serta produknya berdayasaing,” pungkas Dr. Rochiyati Murniningsih, S.E., M.P. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?