Advertorial Daerah

Kualitas SMPN 7 Magelang Naik menjadi Sekolah Mutu

MAGELANG  - Setelah dua tahun menyandang kategori Sekolah Model, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kota Magelang, Jawa Tengah kini 2019 naik level menjadi Sekolah Mutu. Peningkatan kategori dari Pemerintah Pusat ini memberikan dampak yang positif, mendapat pasokan dana yang dipergunakan untuk mengelola mutu di lima aspek.

“Lima aspek itu meliputi manajemen organisasi, manajemen fasilitas/aset, manajemen sistem informasi, manajemen hubungan sekolah dan masyarakat, manajemen kurikulum,” kata Kepala SMP N 7 Magelang, Drs. Parjopo.

Dalam manajemen organisasi ini terdapat Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI). Dua tahun yang lalu SMPN 7 Magelang juga sudah mengenal SPMI saat masih menjadi Sekolah Model.

“Kalau waktu kita jadi Sekolah Model, itu disuruh mengimbaskan ke sekolah lain. Tapi ketika menjadi Sekolah Mutu itu disuruh lebih meningkatkan mutu internal lebih kuat lagi,” jelasnya.

Sedangkan untuk manajemen fasilitas/aset, SMPN 7 Magelang mempunyai gagasan untuk meningkatkan lingkungan sebagai sekolah Adiwiyata lebih tinggi lagi. Untuk manajemen sistem informasi akan dilakukan penguatan di e-rapor dan penggunaan teknologi informasi untuk menunjang mutu kegiatan pembelajaran di sekolah.

Sesuai anjuran dari kementrian, SMPN 7 Magelang akan menggerakkan anak didiknya untuk berkegiatan pembelajaran melalui rumah belajar. Semacam laman website yang dimiliki oleh kementerian, disitu akan dilayani anak – anak belajar secara online dan gratis.

Dalam manajemen hubungan dan masyarakat, pihak sekolah berencana mengadakan parenting  untuk berbagi ilmu. Sebagai langkah penyamaan persepsi antara orang tua dan sekolah untuk menyukseskan anak – anak dalam pendidikan.

“Di Kementerian itu ada Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, jadi dari Kementerian pun sudah menyasar ke pendidikan keluarga. Salah satu di kegiatan nanti, kita di sekolah ada pertemuan wali kelas dan wali murid paling tidak empat kali dalam setahun," urainya.

Sampai nanti akhirnya membentuk paguyuban, orang tua akrab dengan wali kelas, supaya nanti kalau ada perkembangan belajar anak dapat terpantau terus. Program lainnya ada kelas orang tua yang membentuk kelas sendiri dan menunjuk narasumber sendiri untuk meningkatkan kemampuan mereka tentang pendidikan anak.

Kelas inspiratif juga akan diadakan dengan menghadirkan orang – orang inspiratif dan alumni yang suskes di suatu bidang.

Selain itu, SMPN 7 Magelang juga mempunyai kiprah prestasi yang baik, dari guru dan siswa. Salah satunya sebanyak 540 siswa ditunjuk menjadi tim Aubade (paduan suara) pada upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (17/08/2019) di Lapangan Rindam IV Diponegoro.

Prestasi dari tenaga pendidik yaitu salah satu guru Drs. Siti Zulaekah, Guru Bahasa Inggris SMPN 7 Magelang, lolos seleksi menjadi kepala sekolah dan ditempatkan di SMPN 9 Magelang.

“Kalau ada teman yang mempunyai karir melebihi dari saya, itu kebanggaan bagi saya. Termasuk saya mengajar di kelas, kalau ada siswa kok misalnya ilmunya lebih tinggi dari saya, itu saya acungi jempol. Ketika ilmu sudah kita berikan, ilmu itu tidak akan habis. Akan bertambah terus seperti rahasia sedekah. Kita memberi satu maka 10 kali lipat akan kembali,” ujarnya.

Tenaga pendidik lain yang berprestasi ialah Latifah Wahyuni, S.Sos yang mewakili provinsi Jawa Tengah dan memperoleh juara harapan tiga tingkat nasional dalam ajang pustakawan berprestasi tingkat nasional (Jakarta, 13/08/2019 – 19/08/2019).

“Mungkin saya satu-satunya pustakawan dari sekolah, yang lain dari perguruan tinggi dan perpustakaan umum. Itu pengalaman pertama kali saya mengikuti lomba, karena selama ini untuk pustakawan sekolah jarang ada kesempatan,” ungkap Pustakawan dan Penggiat Literasi SMPN 7 Magelang, Latifah Wahyuni, S.Sos.

Ia mengaku, hal tersebut merupakan kesempatan yang luar biasa dengan bertemu banyak orang dan bertemu banyak ide. Harapannya, apa yang sudah didapatkan selama tujuh hari mengikuti lomba akan dikembangkan di SMPN 7 Magelang. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?