Daerah Kegiatan

UNNES Bentuk Jaringan Guru Pelopor dan LPTK Jawa Tengah

SEMARANG - Dunia pendidikan menuntut semua akademisi untuk cepat beradaptasi dan berinovasi agar proses pembelajaran tetap berkualitas dan hasil yang diberikan sesuai dengan tujuan yang ada. Menghadapi tantangan, Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengadakan seminar daring. Tema yang diusung Pembentukan Jaringan Guru Pelopor dan LPTK Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020).

Salah satu bentuk  nyata dari konsep Merdeka Belajar Mendikbud adalah UNNES sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) siap menjadi mitra Guru.

“Terutama dalam menghadapi masa pandemi dengan proses belajar jarak jauh,” kata Rektor UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, dilansir dari unnes.ac.id (19/8/2020)

Prof. father mengatakan, guru adalah  pelopor pengembang peradaban dan tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Maka perlu mengingat kembali bahwa kita semua adalah guru yang diterjemahkan melalui Ing ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.

Dikatakan pula, Guru Pelopor, Bengkel Guru, Professor Go to School menjadi  salah satu Program andalan. Serta menjadi ciri khas keunggulan LPTK UNNES dalam jaringan Guru Pelopor dan LPTK Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua LP3, Dr. Ngabiyanto, M.Si menyampaikan tujuan dari program ini adalah kependidikan kepemimpinan bagi guru menjadi pemimpin pembelajaran. Di mana sosoknya inspiratif dan sempurna di segala aspek.

“Professor Go to School menjadi salah satu cara untuk memfasilitasi dan mentransfer ilmu dari para Profesor LPTK kepada para Guru di Jawa Tengah. Terutama ini yang ke-14 kalinya telah dilaksanakan,” ujarnya.

Hal Senada juga disampaikan oleh Kabid Pembinaan SMK Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Dr. Hari Wuljanto, S.Pd, M.Si. dikatakan, kritik masyarakat menjadi tantangam tersendiri dalam peningkatan kualitas profesi guru. Kritikan terhadap kualitas guru contohnya, mutu pendidikan rendah karena kualitas guru rendah, keteladanan kepemimpinan guru kurang. Atau seperti penghargaan profesi guru belum optimal dan profesi guru yang kurang berkembang.

“Untuk itu, konsep Bengkel Guru, Guru Pelopor, dan Professor Go to School menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Disdikbud Provinsi Jawa Tengah siap mendukung program-program itu,” katanya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?