Tokoh

Teliti Perokok, Dosen Unnes Raih Gelar PhD di Chinese Culture University

Siedoo, Sebuah capaian luar biasa dari Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah Sri Sumartiningsih S.Si, M.Kes. Dia berhasil mengikuti ujian (final defense) dan meraih gelar PhD di bidang Exercise Physiology.

Dari hasil penelitian Sri Sumartiningsih, menyimpulkan bahwa perokok yang merokok cigarette menaikkan denyut jantung dan tekanan darah diastolik secara cepat. Itu setelah merokok 3 mg nikotine dibandingkan menggunakan rokok electronik, tanpa nicotine.

Penelitian Sumartiningsih tersebut diberi judul Comparison Acute Exercise Induced Cardio Respiratory Responses and Exercise Performance Following E-Cigarettes and Tobacco Cigarettesm. Dan berhasil dipertahankan di hadapan para penguji di Graduate Institute of Sports Coaching Science, Chinese Culture University.

Sri Sumartiningsih yang akrab dipanggil Titin ini mendapat bimbingan langsung dari promotor Lin Jung Charnge, salah satu pendiri Exercise Physiology di Taiwan. Titin  diuji oleh Professor Hsin Fu Lin dari NTU, Professor Yu Chi Kuo dari National Taiwan Health and Nursing Science. Serta Professor Cheng dari National Taiwan Normal University dan Professor Wu Yu Chien dari Chinese Culture University.

Menurut Titin, prosentase saturasi oxygen saat merokok tembakau juga lebih rendah serta laju puncak ekspirasinya. Pada saat olahraga, setelah merokok tembakau menurunkan exercise performance pada Prediksi VO2 max dan Time to Exhaustion dari saat merokok menggunakan vapors, baik tanpa nicotine maupun dengan 3 mg nicotine.

“Sebaiknya perokok mulai berusaha menghentikan kebiasaan rokoknya karena tidak baik untuk kesehatan cardiorespiratory system dan exercise performance,” katanya dikutip unnes.ac.id.

Menurut Dekan FIK Prof. Tandiyo Rahayu, sebelumnya Titin telah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti International Sports Academy NIFISA di Kanoya Kagoshima Jepang. Bersama 13 peserta dari 12 negara, Titin digembleng tentang exercise performance analysis, sports nutrition and sports psychology dari 28 Februari sampai 9 Maret 2019.

“Kesempatan lain pada  tanggal 27-28 Maret 2019 Titin juga mendapatkan penghargaan Young Educator Awards dari FAOPS Teaching Satellite Program di Kobe Jepang. Melalui pengalamannya saya berharap Titin dapat memperkuat keilmuan di FIK Unnes,” ujar Prof Tandiyo. (*)

Apa Tanggapan Anda ?