Ilustrasi. Foto: net

Daerah

Berikut Sistem Percontohan Penguatan Pendidikan Karakter

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

SEMARANG – Terlepas dari dampak positif, cepatnya perkembangan teknologi informasi di zaman milenial ini juga sangat perlu diwaspadai. Terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar.

Bila mereka tidak memiliki karakter kuat, segala informasi yang didapat dari teknologi informasi akan ditelan mentah-mentah. Tentunya hal ini akan berdampak negatif bagi mereka. Karenanya butuh filter yang berlebih.

Dalam upaya menyaring hal tersebut, SDN Pleburan 04 Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah menerapkan penguatan pendidikan karakter (PPK) pada siswanya. Penerapan ini ternyata menjadi percontohan penerapan PPK bagi sekolahan lain di daerah tersebut.

Lalu apa saja yang ditanamkan ke siswa dalam PPK.

Kepala Sekolah Tanti Puji Astuti menyebut ada lima nilai utama penguatan pendidikan karakter.

1. Religius
2. Nasionalis
3. Mandiri
4. Integritas
5. Gotong royong

“Lima nilai utama ini menjadi dasar pembentukan karakter siswa melalui kegiatan belajar mengajar serta kegiatan ekstrakulikuler,” ujar Tanti Puji Astuti sebagaimana ditulis Jateng Pos.

Untuk religius, tiap jam 12.00 WIB, saat memasuki waktu Dhuhur, anak-anak yang beragama Islam wajib mengikuti salat berjamaah.

Sedangkan pada Rabu dan Jumat sebelum jam pelajaran sekolah, ada kegiatan membaca Asmaul Husna. Sedangkan siswa yang beragama lain masuk ke ruang kelas IV untuk melaksanakan doa pagi.

Untuk memupuk rasa nasionalis dan gotong royong serta kedisiplinan siswa, tiap hari mulai Selasa hingga Sabtu ada apel pagi.

Khusus untuk hari Senin ada upacara bendera yang dimulai pukul 06.50 WIB hingga selesai. Usai apel pagi selama 5 menit, anak-anak wajib melaksanakan kegiatan kebersihan yakni memungut sampah yang ada di sekitar sekolah.

Tidak hanya itu, tiap hari juga ada guru yang menyambut kedatangan peserta didik di gerbang sekolah. Tepat pukul 06.45 ada upacara menaikan bendera merah putih. Semua warga sekolah, mulai guru, peserta didik hingga orang tua wajib memberi hormat pada sang saka merah putih.

Tidak hanya proses belajar mengajar, penguatan pendidikan karakter juga dilakukan melalui kegiatan mencintai lingkungan. Di SDN ini ada guru piket dan siswa piket. Guru piket memiliki tugas bersama-sama siswa membersihkan lingkungan sekolah.

Kegiatan piket ini untuk kelas IV hingga VI. Sedangkan untuk seluruh siswa menanamkan cinta kebersihan ini dilakukan dengan cara kegiatan memungut sampah setiap hari usai apel pagi atau sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Cukup lima menit siwa memungut sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat sampah,” ujarnya.

Mengenai kegiatan ekstrakulikuler. Diantara pramuka yang wajib diikuti oleh seluruh siswa, dan kegiatan pilihan. Ekstrakulikuler pilihan ini adalah olahraga, musik dan bola voli. Kegiatan ini dilaksanakan usai kegiatan belajar mengajar.

Terkait dukungan orang tua siswa,
pihak sekolah memang selalu menggandeng orang tua siswa dalam berbagai kegiatan. Orang tua siswa sangat mendukung ketika sekolah tersebut dipilih menjadi sekolah percontohan pendidikan karakter oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Bahkan penataan lingkungan seperti pengecatan halaman sekolah, penataan taman dan lain sebagainya banyak dilakukan oleh orang tua siswa. Pihaknya memang sering mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa di semua tingkatan mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.

Apa Tanggapan Anda ?