Bakti sosial LRCI di MI Ma’Arif 2 Tlogopucang. Bantuan meja dan kursi cukup membantu karena sekolah belum mempunyai kantor.

Daerah

LRCI Bantu Meja dan Kursi ke MI Ma’arif 2 Tlogopucang


TEMANGGUNG – Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif 2 Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung bagaikan mendapat durian runtuh. Sekolah ini mendapatkan beberapa bantuan dari Land Rover Club Indonesia (LRCI). Kegiatan bakti sosial itu terdiri dari pembagian alat tulis kantor berupa buku, bolpoin, pensil, penghapus, dusgrib, dan penggaris. Selain itu juga sandal yang dibagikan kepada selurus siswa MI Ma’arif 2 Tlogopucang sebanyak 103 siswa.

Kepala sekolah dan dewan guru juga mendapatkan bingkisan dari LRCI. Mereka juga memberikan meubelair kepada madrasah berupa dua meja guru dan 10 buah kursi guru.

Ketua LRCI Tubagus Dedi Suwandi Gumelar atau yang sering dipanggil Mi’ing ini berharap, Madrasah Ibtidaiyah 2 Ma’arif Tlogopucang memberikan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan otak saja. Namun, juga pendidikan yang mampu mencerdaskan hati.

“Sehingga akhlak generasi penerus lebih baik,” katanya.

Menurut dia, Indonesia saat ini dilanda tiga masalah besar. Yaitu korupsi, terorisme dan narkoba. Apabila siswa saat ini tidak dibekali pendidikan karakter akhlak, maka pada masa yang akan datang sudah tentu akan masuk dalam tiga masalah tersebut.

Acara baksos pendidikan tersebut merupakan rangkain kegiatan LRCI Annual Touring 2016, yang merupakan kegiatan tahunan. Tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini “Bersama Mencintai Alam Indonesia”. Touring tersebut dimulai sejak pertengahan Desember dan selesai pada akhir Desember. Adapun rute yang dilalui seperti Jakarta-Gunung Muria-Coban Tengah-kawah Wurung-karang Asem-Rawakerti-Danau Bayan-Banyuwangi-Pasuruan-Jogja-Temanggung dan kembali lagi ke Jakarta. Sekitar 70 orang dengan 15 mobil Jeep terlibat dalam touring itu.

MI Ma’arif 2 Tlogopucang menjadi sasaran baksos karena setelah melalui beberapa pertimbangan. Saat salah satu anggota LRCI survey ke sekolah tersebut, melihat bahwa guru belum mempunyai kantor. Dengan demikian, para guru hanya lesehan di salah satu ruang yang akan dijadikan gudang. Ruang itu pun, kini sementara waktu dijadikan kantor guru.

Madrasah itu dibangun sejak 2009 silam dan sudah meluluskan dua generasi. Yaitu, pada tahun 2014 (10 siswa) dan 2015 (13 siswa). Pada saat itu karena belum sertifikasi, ujian tidak dilangsungkan di MI Ma’arif 2 Tlogopucang. Namun, di pertengahan 2016 kemarin sekolah sudah melaksanakan akreditasi dan mendapat hasil “Terakreditasi B”.

“Walaupaun baru punya lima ruang kelas, tapi kami siap bersaing dengan madrasah lain,” kata Kepala MI Ma’arif 2 Tlogopucang Budiyono.

Apa Tanggapan Anda ?