Daerah

Hati-Hati, Tidak Jujur Isikan Data PPDB Online Bisa Dicoret

SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah menengarai ketidakjujuran dalam pengisian data PPDB 2020-2021. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan melakukan penelusuran dokumen dan asesmen guna mengeliminasi hal tersebut.

Kepala Disdikbud Jateng Jumeri mengatakan hal itu seperti dilansir jatengprov.go.id (22/6/2020). Melalui  pesan video yang diunggah ke media sosial dinas, ia menyebut segera menindaklanjutinya selama tiga hari, Senin hingga Rabu (22-24/6/2020).

“Saya terima banyak laporan dan aduan adanya ketidakbenaran data yang diisikan di aplikasi PPDB. Di antaranya terkait raport, surat keterangan domisili, kartu keluarga maupun sertifikat kejuaraan,” tuturnya.

Disebut Jumeri, aduan tersebut tidak hanya berasal dari jenjang SMA, tapi juga SMK. Oleh karenanya, dia memerintahkan kepala sekolah untuk melakukan validasi. Pihaknya masih memberikan toleransi kepada peserta didik untuk melakukan perbaikan data selama masa pendaftaran.

Namun, jika sudah lewat 25 Juni 2020, tindakan tegas akan diambil dengan mencoret nama siswa, meskipun telah dinyatakan diterima di sekolah yang dituju.

“Apabila pada saat pengumuman penerimaan ada data tak benar atau aduan, calon peserta didik mengisikan data tak benar atau ada laporan. Maka penerimaan (siswa bersangkutan-red) akan dibatalkan,” paparnya.

Jumeri menegaskan, pada PPDB tahun ini, integritas atau kejujuran mutlak dilakukan. Lantaran, semua tahapan penerimaan peserta didik dilakukan dengan mekanisme daring.

Hal serupa dikatakan Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Jateng Syamsudin Isnaeni. Menurutnya, banyak aduan yang masuk terkait validitas durasi tinggal siswa.

Pada PPDB tahun ini, zonasi masih tetap di akomodasi yang beracuan pada lama tinggal siswa pada suatu wilayah, minimal satu tahun. Namun demikian, demi proses ini diduga banyak siswa yang seolah-olah telah lama tinggal di wilayah yang masuk zona sekolah tujuan. Selain itu, kesalahan juga banyak ditemukan pada jenjang kejuaraan yang pernah diikuti oleh siswa.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mewanti-wanti siswa dan orang tua jujur dalam mengisi data PPDB. Jika tidak, pihaknya terpaksa menganulir mereka yang melakukan kecurangan.

“Agar ketika mengisi data, terutama orang tua menjaga integritas dijaga. Ketika mengisi data sesuai kenyataan, kalau tidak, (meskipun) dia (siswa) diterima dan data salah (tak jujur) dicoret lho. Ini saya ingatkan nanti dicoret, hati-hati,” urai Ganjar minggu lalu. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?