Daerah

Hati-Hati, Tidak Jujur Isikan Data PPDB Online Bisa Dicoret

SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah menengarai ketidakjujuran dalam pengisian data PPDB 2020-2021. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan melakukan penelusuran dokumen dan asesmen guna mengeliminasi hal tersebut. Kepala Disdikbud Jateng Jumeri mengatakan hal itu seperti dilansir jatengprov.go.id (22/6/2020). Melalui  pesan video yang diunggah ke media sosial dinas, ia menyebut segera menindaklanjutinya selama…

Featured

Sebagai Digital Native, Ternyata Anak Jawa Tengah Pintar-Pintar Lho

Siedoo, Sebuah fenomena menakjubkan sempat terlihat ketika muncul dalam sebuah program “SiNau Bareng Jateng Pintar”, saat ini. Program yang diinisiasi Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPTIK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah ini sungguh menarik. Program SiNau Bareng Jateng Pintar mirip program sukarelawan guru mengajar. Guru se-Jawa Tengah diberikan kesempatan untuk mengajar secara…

ADV Inovasi

Kepala Disdikbud Jateng Tinjau Produksi APD di SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Produksi masker oleh SMK Muhammadiyah 2 Muntilan, Magelang Jawa Tengah ternyata menarik perhatian Kepala Dinas Pendidikan (Disdikbud) Jawa Tengah, Jumeri, S.TP. Sehingga pada Ahad (29/3/2020) beliau meninjau SMK tersebut untuk melihat langsung produksi APD (alat pelindung diri) yang terpublikasi lewat siedoo.com, edisi 25 Maret 2020 lalu.  Jumeri mengapresiasi serta mendukung kreativitas SMK Muhammadiyah 2 Muntilan ini. Karena di tengah kelangkaan masker, mampu memproduksi benda yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini. Jumeri menilai kegiatan tersebut memberi inspirasi kepada sekolah lain serta kepada masyarakat.  “Ini merupakan terobosan, solusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan benda yang saat ini sangat diperlukan. Utamanya dalam pencegahan penularan Covid-19,” ujar Jumeri.  Terus Berkreasi  Sementara itu Kepala SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Untung Supriyadi, S.Pd.I mengungkapkan bahwa tidak hanya APD berupa masker yang diproduksi. Namun kini memproduksi APD jenis lain berupa baju untuk tenaga medis.  “Kami akan terus berkreasi dan berupaya memproduksi APD jenis lainnya yang sangat diperlukan di instansi kesehatan atau di masyarakat,” ungkap Untung Supriyadi.  Pada kunjungan itu hadir pula mendampingi Kepala Disdikbud Jawa Tengah pengurus Komite Sekolah, serta Ketua Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Magelang, Nida Ul Hasanah.  Nida Ul Hasanah mengatakan dukungannya dan memberi motivasi kepada pihak sekolah kejuruan itu untuk meningkatkan produksi APD. Sehingga selain menjadi pembelajaran menciptakan lapangan kerja bagi siswa, juga membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat.  “Bahkan bisa pula selain dijual, sebagian diberikan secara gratis kepada masyarakat. Sehingga dalam usaha pun kita tidak melupakan untuk beramal, ini juga menjadi pembelajaran karakter siswa,” tutur Nida Ul Hasanah.  Dilirik Masyarakat  Menurut Untung Supriyadi, apa yang dituturkan Nidaul adalah benar. Saat ini APD produksi SMK yang dipimpinnya mulai dilirik masyarakat. Banyak warga yang datang dan memesan masker ke pihaknya setelah mereka membaca berita di media online empat hari lalu.  Diceritakan Untung, saat ada warga datang dan ditanya tahu dari mana mengenai produksi masker SMK Muhammadiyah 2 Muntilan, mereka menjawab tahu berita dari internet. Mereka pun datang dan memesan masker dalam jumlah cukup banyak.  “Hal itu membuktikan bahwa produk APD kami diterima oleh masyarakat, dan semakin hari pesanan masker dari masyarakat semakin banyak,” cerita Untung Supriyadi. (Siedoo)