Daerah

Rangkul Stakeholder, Sekolah Pantau Siswa Belajar di Rumah

MAGELANG – Diberlakukannya masa Belajar di Rumah bagi para siswa terkait pandemik virus Corona, menuntut pihak sekolah aktif melakukan pembelajaran daring. Sudah barang tentu hal itu harus aktif bekerjasama dengan orang tua memanfaatkan smartphone untuk pemberian tugas untuk siswa.

Namun imbauan untuk diam di rumah terkadang kurang dipahami oleh sebagian masyarakat. Sehingga perlu memahamkan kepada mereka agar mengindahkan imbauan pemerintah itu. Termasuk bagi para siswa usai mengerjakan tugas-tugas pembelajaran untuk tetap tinggal di rumah.

Lakukan Kerjasama

Dalam memantau siswa, pihak SD Negeri Kalijoso Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah menggandeng pemerintah desa setempat dan para stakeholder. Koordinasi kerjasama dilakukan di sekolah itu dengan dihadiri Perangkat Desa Kalijoso, pengurus Komite Sekolah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, Kamis (24/3/2020).

“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk menindaklanjuti pelaksanaan masa Belajar di Rumah bagi siswa, serta memahamkan masyarakat akan pentingnya social distancing,” kata Kepala SD Negeri Kalijoso, Sarjono, S.Pd.

Sarjono menjelaskan selama masa Belajar di Rumah, para guru tidak hanya piket ke sekolah, namun melakukan home visit memantau siswa. Selain itu juga memberikan pemahaman kepada orang tua siswa untuk aktif mendampingi anak belajar, dan mamantau saat bermain di rumah.

Menurut Sarjono, kunjungan ke rumah siswa dilakukan di wilayah kerja SD Negeri Kalijoso. Meliputi Dusun Jlarang, Klito, dan Clapar dengan tetap memperhatikan physical distancing saat berkomunikasi dengan siswa dan orang tua memahamkan kebijakan Belajar di Rumah.

“Sehingga tindakan pencegahan penularan virus Corona dapat bersama-sama dilakukan oleh semua pihak, di mana pun berada,” ujar Sarjono.

Apresiatif dan Kooperatif

Sementara itu, Kepala Desa Kalijoso, Slamet Ningroso mengapresiasi ide pihak sekolah yang tanggap akan situasi merebaknya wabah Covid-19. Sehingga jajaran Pemerintah Desa Kalijoso serta para tokoh masyarakat menyambut baik ajakan kerjasama tersebut.

“Kami sangat kooperatif dengan pihak sekolah yang aktif memberikan pemahaman kepada siswa dan orang tua mengenai pencegahan wabah Corona ini,” kata Slamet Ningroso.

Senada dengan Kades Kalijoso, Ketua Komite Sekolah Gatot Yuwono juga setuju atas kerjasama itu. Bahkan Gatot memuji langkah-langkah pihak sekolah yang telah menyediakan tempat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) serta perlengkapannya.

“Ketersediaan ini menunjukkan sekolah mengedepankan kebersihan baik lingkungan maupun warga sekolahnya,” ucap Gatot. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?